United Tractors Suntik Modal Anak Usaha - Berikan Pinjaman US$ 10 Juta

NERACA

Jakarta –Danai pengembangan bisnis anak usaha, PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung (TTA) sebesar US$ 10 juta atau setara Rp116 miliar (kurs Rp11.600). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/7).

Dijelaskan, adapun tenor dari fasilitas pinjaman bersifat term loan itu selama tiga tahun, dengan bunga Libor 2,5%. Nantinya, fasilitas pinjaman itu akan digunakan untuk tambahan pendanaan TTA. Secara bisnis, bagi perseroan lebih menguntungkan jika perseroan meminjamkan dananya kepada TTA dibanding jika perseroan menyimpan dana kasnya di bank dengan bunga deposito saat ini.

PT TTA adalah anak usaha UNTR dengan kepemilikan saham mencapai 100%. TTA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan menjalankan usaha di bidang industri perdagangan bahan galian batu bara.

Hingga akhir tahun ini, PT United Tractors Tbk telah mengalokasikan dana sebesar US$250 juta untuk belanja modal atau capital expenditure (capex). Angka tersebut lebih rendah dari target sebelumnya yang dipatok di kisaran US$300 juta. "Kita efisiensi capex, kita alokasikan capex itu US$250. Ini lebih rendah dibanding target sebelumnya," kata Wakil Presiden Direktur sekaligus Direktur Keuangan UNTR Gideon Hasan.

Hal tersebut menyusul proyeksi akan adanya penurunan dari penjualan alat berat dari komposisi penjualan tambang yang selama ini mendominasi sebagian besar pendapatan perseroan. "Hingga kuartal pertama 2014 porsi dari pendapatan pertambangan terhadap volume penjualan kami memang kian berkurang,” katanya.

Adapun sumber pendanaannya, sambung dia, seluruhnya berasal dari kas internal perseroan. Pihaknya mencatat, hingga Maret 2014 anggaran belanja modal yang dikeluarkan perseroan masih minim. Diperkirakan, dana belanja modal akan terserap lebih banyak di kuartal ketiga 2014, yang sebagian besar digunakan untuk heavy equipment replacement.

Sementara itu, Presiden Direktur UNTR Djoko Pranoto mengatakan, perusahaan memang telah memperkirakan permintaan alat berat nasional di tahun ini akan stagnan sebanyak 10.500 unit. Pada periode Januari-Maret 2014, pihaknya mencatat penjualan alat berat merek "Komatsu" sebanyak 1.211 unit, turun 4,8% dibandingkan periode sama tahun lalu yang 1.272 unit.

Untuk itu, fokus perseroan di tahun ini akan lebih kepada peningkatan pangsa pasar (market share) bukan memacu volume penjualan. Hingga Maret 2014, perseroan mencatat menguasai pangsa pasar 42,3% dari total penjualan alat berat nasional. “Ditagetkan market share bisa mencapai 43% di 2014, lebih tinggi dari tahun lalu yang 41%," ucapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga independen yang melakukan…

Amazon Ikut Tanam Modal Teknologi Swakemudi

Perusahaan e-commerce raksasa Amerika Serikat (AS), Amazon, mengikuti tren teknologi global di bidang mobil otonom (swakemudi) dengan menanamkan investasi 530…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…