Seminggu Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Naik

NERACA

Bandung – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa ada kemungkinan harga bahan pokok akan mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idul Fitri. Namun begitu, Lutfi menyatakan kenaikan tersebut nantinya masih dalam keadaan normal. “Berdasarkan kebiasaan, seminggu menjelang Lebaran kemungkinan akan ada kenaikan harga karena masyarakat mulai melakukan persiapan Lebaran. Namun, kenaikan tersebut masih dalam tahap normal,” jelas Lutfi di Bandung, Kamis (10/7).

Namun begitu, ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas karena ketersediaan barang kebutuhan pokok hingga Lebaran nanti masih dalam kategori aman dan cukup. “Mudah-mudahan kita dapat menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri dengan baik,” ujarnya. Hingga menjelang Lebaran, Kemendag akan terus melakukan kunjungan pasar secara intensif untuk memantau ketersedian dan harga barang kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat. Lutfi mengaku hingga jelang Lebaran, pihaknya akan melakukan kunjungan pasar ke beberapa daerah seperti Pasar Angso Duo Jambi, Pasar Johar Semarang, dan Pasar Klandasan Balikpapan.

Selain melakukan pemantauan langsung ke pasar, Kemendag bersama Dinas Perdagangan Provinsi bekerja sama dengan para pelaku usaha juga telah mempersiapkan dan melakukan sejumlah kegiatan pasar murah yang digelar selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah di Indonesia. “Pasar murah ini bukan untuk mendistorsi harga petani atau harga produsen, tetapi sebagai harga referensi agar harga dapat terkendali,” cetus Mendag.

Di Bandung, Lutfi bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau Pasar Tradisional Kosambi, Bandung. Pemantauan ini dilakukan sebagai rangkaian program menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2014, khususnya bulan puasa dan Lebaran, untuk mendapatkan fakta riil terkait dengan perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat di Bandung pada minggu ke-2 di bulan puasa ini. “Dari hasil pemantauan kami di beberapa pasar termasuk Kosambi, hampir semua barang kebutuhan pokok relatif stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Stok di Bandung dan Jawa Barat juga dalam kondisi yang baik,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Kosambi per 8 Juli 2014 dibanding seminggu sebelumnya, 1 Juli 2014, harga beberapa komoditas mengalami penurunan. Komoditas tersebut antara lain terigu turun 6,67% dari Rp 7.500/kg menjadi Rp 7.000/kg; daging ayam ras turun 10,81% dari Rp 37.000/kg menjadi Rp 33.000/kg; cabe merah besar turun 20% dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 20.000/kg. Sementara itu, komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, cabe rawit merah, dan bawang putih harganya juga terpantau relatif stabil. Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabe merah keriting dan bawang merah masing-masing sebesar 15,38% dan 8,33% menjadi Rp 15.000/kg dan Rp 26.000/kg.

Seperti terjadi di daerah lain, harga komoditas pangan segar hortikultura terutama cabe menjelang Lebaran 2014 justru mengalami tren penurunan, tidak seperti tahun lalu yang naik cukup signifikan. Hal ini disebabkan sedang terjadi panen raya untuk komoditas cabe di beberapa daerah sentra produksi seperti Kabupaten Banyuwangi, Jawa Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat sehingga pasokan cukup melimpah, termasuk ke pasar-pasar wilayah Bandung. Selain itu, kondisi cuaca yang saat ini sudah mulai sering terjadi hujan menyebabkan kualitas cabe merah relatif cepat busuk/kualitas kurang baik sehingga harga cabe di pasaran cenderung turun.

Harga Kebutuhan Pokok

Berdasarkan pantauan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok per 8 Juli 2014 dibanding seminggu sebelumnya umumnya masih relatif stabil dan beberapa komoditas mengalami penurunan. Komoditas yang harganya turun adalah gula pasir turun 0,04% menjadi Rp 11.259/kg; minyak goreng curah turun 0,09% menjadi Rp 11.756/kg; tepung terigu turun 0,08% menjadi Rp 8.749/kg.

Untuk daging sapi mengalami turun 1,01% menjadi Rp 99.781/kg; daging ayam ras turun 5,92% menjadi Rp 30.336/kg; cabe merah keriting turun 4,35% menjadi Rp 18.148/kg; cabe merah besar turun 11,04% menjadi Rp 19.216/kg; cabe rawit merah turun 6,41% menjadi Rp 25.963/kg; bawang merah turun 2,05% menjadi Rp 27.557/kg; dan bawang putih turun 2,76% menjadi Rp 17.945/kg. Sementara itu, harga beras, kedelai lokal, kedelai impor, dan telur ayam ras relatif stabil.

BERITA TERKAIT

Indeks Pensiun Indonesia Naik

  NERACA   Jakarta - Indeks Pensiun Global Melbourne Mercer 2018 menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi Indonesia sehingga sistem pensiun…

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik - Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran NERACA Sukabumi -…

Kementan: Pasokan Jagung Dikuasai ‘Feed Mill’ Besar - PENYEBAB TINGGINYA HARGA JAGUNG DI DALAM NEGERI

Jakarta-Kementerian Pertanian mengungkapkan, pasokan jagung di Indonesia kebanyakan dikuasai oleh perusahaan pabrik pakan besar (feed mill). Penguasaan tersebut menjadi salah…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Internasional - Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic…

Anggota ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama E-Commerce

NERACA Jakarta – Negara-negara anggota ASEAN menyepakati kerangka kerja sama perdagangan tentang sistem elektronik (e-commerce) untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.…