Pasar Optimis IHSG Terus Menguat

Tidak Hiraukan Beda Quick Count

Jumat, 11/07/2014

NERACA

Jakarta –Meskipun terdapat perbedaan pada hasil hitung cepat atau quick count pada pemilu presiden (Pilpres) kemarin, yang berimbas pada ketidakpastian baru bagi pelaku pasar, rupanya tidak mempengaruhi keyakinan investor pasar modal untuk terus borong saham. Pasalnya, para pelaku pasar saham menilai, jalannya pilpres tahun ini tetap berjalan aman dan damai.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menegaskan, apapun hasil pilpres nanti, pelaku pasar sudah merespon positif pemilu kemarin dan ini menjadi keyakinan Indonesia masih stabil, “Karena itu, penguatan indeks harga saham gabungan pasca pilpres akan terus menguat,”ujarnya di Jakarta, Kamis (10/7).

Tercatat pada pembukaan perdagangan Kamis, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat hingga tembus level 5.100. Penguatan indeks BEI ini terjadi sejak awal pekan kemarin. Kata Hoesen, Pilpres yang berjalan damai dan tentram mampu menciptakan suasana yang kondusif dan berhasil mempertahankan kepercayaan para investor untuk tetap melakukan transaksi di pasar modal dengan menginvestasikan dana segarnya,”Ini sudah hari ketiga indeks naik terus. Kita optimis, kedua kandidat saja berbicara optimis masa kita tidak optimis. Dua kali pemilihan sebelumnya aman, jadi sentimen positif itu ada,"ungkapnya.

Hoesen juga mengapresiasi partisipasi luar biasa dari masyarakat, yang menciptakan kepercayaan pasar. Dia menilai, sentimen dari dalam negeri memberi konstribusi terbesar pada laju IHSG. Sementara sentimen bursa global, Hoesen menyebutkan bahwa pengaruhnya tidak terlalu signifikan. "Kondisi secara global tidak ada yang luar biasa, tetapi dari aspek psikologis tadi membuat euforia pilpres menjadikan indeks membaik," pungkasnya.

Sebelumnya pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidi pernah bilang, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah akibat pengaruh pilpres hanya bersifat sementara saja dikarenakan pada bulan Agustus yang akan darang akan terjadi fundamental ekonomi domestik maupun global.

Setelah pilpres nanti, IHSG dan nilai tukar rupiah akan siap-siap terkoreksi atas fundemental ekonomi yang akan terjadi di Indonesia,”Penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah hanya berlangsung sesaat saja, sampai akhir tahun saja IHSG akan diprediksi 5.100 dan nilai tukar rupiah Rp11.300 perdollar sehingga tidak bergerak jauh atas penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang ini,”tandasnya.

Dia pun mengungkapkan sentimen atas pilpres ini memang menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar modal dibandingkan sentimen lainnya. Ditambah lagi dengan sentimen lain yang muncul saat ini juga terbilang positif dalam memberikan dukungan tambahan bagi penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah,”Untuk kedepannya, pelaku pasar harus berhati-hati dikarenakan pada bulan-bulan yang akan datang sentimen kondisi perekonomian akan mempengaruhi IHSG dan nilai tukar rupiah, dimana akan dilihat kondisi nilai ekspor dan impor, kenaikan harga BBM bersubsidi, dan kondisi perekonomian lainnya,” jelas Budi. (bani)