Potensi Laut dan Energi - Oleh Bani Saksono (adalah wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Sektor perikanan dan kelautan sesungguhnya mampu memberikan kontribusi pada keuangan negara hingga mencapai US$ 1,2 triliun per tahun. Namun, berdasarkan survey yang dilakukan McKinsey Global Institute, potensi perikanan di perairan Nusantara baru mampu dimanfaatkan sekiitar 10%. Padahal, McKinsey memperkirakan pada 2030 ekonomi Indonesia akan menjadi ke-7 besar di dunia.

Ada empat sektor yang bisa menunjang perekonomian nasional. Yaitu, sumber daya alam, pertanian, perikanan, dan jasa. Khusus sektor perikanan, dari potensi perikanan hingga mencapai US$ 1,2 triliun dapat dikembangkan lagi menjadi US$1,8 triliun.

Itu sebabnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Soetardjo akan fokus mendorong peningkatan nilai investasi pada sektor perikanan. Karena keberhasilan kinerja investasi tersebut, menunjukkan indikator berhasilnya perbaikan iklim investasi yang dilakukan KKP, terutama dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Menurut dia, investsi tersebut juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang bisa diserap sektor kelautan dan perikanan. Mereka adalah para nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, dan pemasar hasil perikanan. Jika konsumsi ikan dalam negeri mencapai 31,64 kg/kapita/tahun, maak dibutuhkan sekitar 6 juta ton ikan dari hasil on farm.

Itu sebabnya, Syarif berkeyakinan sektor perikanan mampu memberikan kontribusi mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, politik pangan harus berpihak pada rakyat agar terjamin ketersediaan pangan secara nasional yang terjangkau.

Sementara itu, dari sektor energi, saat ini cadangan dan produksi energi Indonesia meliputi minyak bumi dengan sumber daya 56,6 miliar barel, cadangan 8,4 miliar barel, produksi 348 juta barel dan rasio cadangan/produksi 24 tahun. Gas bumi dengan sumber daya 334,5 TSCF, cadangan 165 TSCF, produksi 2,79 TSCF dan rasio cadangan/produksi 59 tahun. Batubara dengan sumber daya +/- 161 miliar ton, cadangan +/- 28 miliar ton dan produksi +/-391 juta ton.

Sedangkan rasio cadangan/produksi 93 tahun. Coal bed methane (CBM) dengan sumber daya 453 TSCF. Tenaga air 75,67 GW, panas bumi 27 GW, mikro hydro 0,45 GW, biomass 49,81 GW, tenaga surya 4,8 kWh/m2/day, tenaga angin 9,29 GW dan uranium 3 GW untuk 11 tahun (hanya di Kalan, Kalimantan Barat). Itu data yang dilansir Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Menjadi tugas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi baik kalangan rumah tangga, industri, jasa, termasuk transportasi. Upaya memenuhi kebutuhan energi itu diharapkan tidak menjadi beban biaya tinggi bagi masyarakat dan sektor usaha. Juga diharapkan tidak menjadi beban keuangan negara karena harus mengeluarkan subsidi besar. Untuk itu diperlukan kebijakan yang mengutamakan kepentingan ketahanan pangan dan energi nasional yang diupayakan dari potensi sumber daya yang ada, hingga tak tergantung pasokan luar negeri alias impor. []

BERITA TERKAIT

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Bahayakah Ekonomi Bebas?

Kebebasan ekonomi digambarkan sebagai kebebasan warga di satu negara untuk bekerja, berproduksi, mengonsumsi, dan melakukan investasi dengan cara yang dia…

Layanan BOLT Hadir di Serang dan Cilegon

Dalam rangka perluas penetrasi pasar, BOLT sebagai pionir operator 4G-LTE di Indonesia kembali memperluas jangkauan jaringannya ke kota-kota baru. Dua…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ini Dia, Layanan Mudik Gratis 2018

Dalam rangka menyukseskan mudik lebaran 2018, Jasa Raharja selaku BUMN ikut terlibat dengan menyediakan angkutan mudik lebaran gratis bersama 62…

JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada…

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati: - Setelah Menanti 15 Tahun

Presiden Jokowi berharap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang akan…