Manfaat ICE untuk Bisnis MICE Indonesia

Sabtu, 12/07/2014

Indonesia terus mengembangkan industri Meeting, Incentive, Convention and Exhibitation (MICE). Berbekal potensi aneka ragam budaya dan keindahan alam, Indonesia kini menjadi tujuan pelaku industri MICE kelas dunia, seiring dibangunnya berbagai infrastruktur pameran dan konferensi tingkat internasional.

"Kami kini terus mendorong industri MICE agar kompetitif dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Untuk itu pemerintah secara aktif mendukung pemain kelas dunia menyelenggarakan event internasional di Indonesia," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, di Grand Hyatt beberapa hari lalu.

Indonesia Convention and Exhibition (ICE) dibangun oleh kelompok usaha Kompas-Gramedia bersama Sinarmasland, fasilitas yang dibangun tak jauh dari pusat kota (Jakarta) ini terbilang nyaman serta memiliki fasilitas lengkap. Dikelola bersama oleh pelaku usaha MICE asal Jerman, Deutche Messe AG, sarana ini memang terbilang “wah”.

Mari Pangestu mengungkapkan hal itu saat menyampaikan sambutan pada peresmian ICE sedangkan lokasi ICE berada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Gedung pameran dan konferensi yang mampu menampung 10 ribu orang dan ruang pameran seluas 100 ribu meter persegi itu menjadi fasilitas MICE terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Mengusung tema green building, ICE pastinya dilengkapi beragam aspek ramah lingkungan. Seperti penataan lansekap dengan pepohonan tinggi untuk menahan sinar matahari, kolam-kolam hias pun dibuat untuk mengurangi temperatur panas udara dari luar. Tak hanya itu, sumur-sumur resapan untuk menampung air tanah pun dibuat.

Mengenai tujuan wisata MICE, Mari Pangestu menyebutkan setidaknya saat ini ada 16 tujuan wisata MICE di Indonesia dengan ruang dan layanan terbaik. Didukung fasilitas teknologi mutakhir dan SDM yang mampu mendukung kegiatan standar internasional. Selain itu pemerintah juga terus melakukan perbaikan sarana transportasi wisata, telekomunikasi dn informasi bagi wisatawan.

"Kami melihat industri MICE memiliki potensi tumbuh dengan baik seiring membaiknya perekonomian dan naiknya pendapatan masyarakat," ungkap Mari.

Tahun lalu, sektor ini mampu menyumbang penerimaan negara sebesar US$10.05 miliar. Penerimaan ini disumbang oleh kedatangan wisatawan mancanegara. Tak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan lokal pun tak kalah hebatnya memberi sumbangan pendapatan negara tersebut.

Dengan kata lain, perkembangan pasar pameran dagang di Indonesia berkembang dengan sangat pesat, khususnya di sektor barang modal, mekanik, plant enginering, konstruksi dan pertambangan. Apalagi hal itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah menjadikan bisnis ini semakin menjanjikan.