Kejar Ketertinggalan, Lorena Remajakan Armada

Incar Pendapatan Tumbuh 25%

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta – Ambisi menjadi pemain pasar di industri transportasi umum, khususnya segmen bisnis bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), memaksa PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) untuk terus menciptakan terbosan guna meningkatkan daya saing dengan kompetitornya. Terlebih, bisnis transportasi ini mengedepankan layanan. Disamping itu, perseroan juga dituntut untuk melakukan efisiensi dan membuka rute-rute baru yang dinilai menjanjikan.

Melihat potensi pasar yang masih menjanjikan pada bisnis AKAP, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk berencana melakukan revitalisasi dengan melakukan peremajaan dan menambah armada baru. Rencananya, sebelum musim mudik Lebaran, perseroan sudah mendatangkan 50 armada baru. Dimana penambahan armada baru ini juga untuk mengganti armada bis yang sudah lanjut usia atau bagian dari peremajaan armada.

Senior Technical Advisor PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, Dwi Rianta Soerbakti pernah bilang, penambahan armada ini seiring dengan meningkatkan jumlah penumpang bus Lorena,”Kita akan tambah 50 armada. Harganya Rp 1,8 miliar sampai Rp 1,9 miliar per unit. Armada baru ini akan datang awal Juli dan beroperasi pertengahan Juli lah. Mercedes Benz semuanya. Kita akan gunakan 80-85% dana IPO untuk armada baru,”ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan penambahan armada baru, perseroan meyakini bisa meningkatkan angka pendapatan hingga 25% tahun ini. Selain penambahan armada baru, perseroan juga akan terus melakukan peremajaan seluruh armadanya. Hal ini tentunya akan mendorong kinerja perseroan ke depan.

Dengan tambahan armada baru, diproyeksikan pendapatan tahun ini mencapai Rp 233,88 miliar, laba bruto Rp 80,74 miliar, laba ushaa Rp 45,71 miliar, dan laba bersih Rp 28,98 miliar, “Dengan tambahan armada baru, sales kami akan meningkat dibanding angkutan lebaran tahun lalu. Dengan armada yang jauh lebih muda, dengan peningkatan alat-alat pendukung ditambah ini bukan tahun pemilu, pemilu sudah selesai Juli, tahun ini 15-25% lebih tinggi dari segi profit, pendapatan, tahun lalu agak stagnan karena tahun politik di mana angkutan lebaran gratis banyak," jelas dia.

Rianta menyebutkan, untuk bus AKAP jarak jauh, umur bus akan ditingkatkan menjadi 5-7 tahun, sementara jarak menengah 9 tahun, dan jarak pendek 10 tahun,”Umur 5-7 tahun untuk AKAP jarak jauh. Menengah perjalanan 8-9 jam, maksimum umur bus 9 tahun. AKAP jarak pendek, seperti feeder Bogor-Jakarta, Merak-Jakarta yang tidak lebih dari 3 jam akan 10 tahun. Range 10-11 tahun," kata dia.

Ontime Performance

Tahun ini, perseroan akan meningkatjan ontime performace untuk meningkatkan penjualan. Pasalnya, sepanjang tahun 2013, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp3,1 miliar. Angka ini turun 56,33% dari perolehan laba bersih di tahun 2012 yang sebesar Rp7,1 miliar,”Kami mencoba tingkatkan ontime perfomance, itu adalah kunci dan fungsinya dari bisnis transportasi manapun,”ungkapnya.

Kata Dwi Rianta Soerbakti, perusahaan optimistis ontime perfomance pada tahun ini akan lebih baik dari tahun 2013 yang masih rendah dan tidak efisien karena rata-rata usia armada bus AKAP 12,8 tahun yang menyebabkan pendapatan dan laba perushaan turun,”Kami yakin ontime perfomance Lorena meningkat seiring peremajaan armada secara masif dan berkesinambungan. Apalagi pada bulan Juli ini masuk 50 unit bus. Mudah-mudahan bisa dipakai untuk lebaran dan kami yakin bisa tingkatkan ontime perfomance dan dapat bersaing,”tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga akan menerapkan policy dengan membatasi usia kendaraan yang di mana ada titik tertentu diihat dari biaya kerja dengan sales. Disamping itu, perseroan juga tengah menerapkan sistem e-ticketing penjualan tiket online dengan menggandeng perusahaan ritel terbesar seperti Alfamart. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya penumpukan pemesanan di loket-loket.

Tidak hanya itu, perseroan juga berencana merebut pasar penumpang pesawat low cost carrier yang saat ini trennya meningkat. Kata Corporate Secretary, Andy Porman Tambunan, untuk merebut pasar pesawat low cost carrier pihaknya berencana membuka rute baru yang belum dimasuki pesaing lainnya dan termasuk pesawat low cost carrier,”Kita akan membuka rute-rute yang tidak dilalui maskapai penerbangan, “ungkapnya.

Menurutnya, walaupun ada kendala di infrastruktur tapi ada harapan dengan pemilu kalau ada komitmen untuk infrastruktur dan diyakini bisnis transportasi darat tidak akan pernah mati. Selain itu, perseroan juga bakal menyasar rute-rute di seluruh Indonesia yang dinilai potensial dari mulai Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Bahkan perseroan jangka panjang akan membuka rute-rute daerah perbatasan dengan negara tetangga yang di lalui melalui darat.

Tahun ini, untuk meningkatkan pendapatan perseroan berencana membuka 10 rute baru yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Andy belum mau menyebut rute baru yang bakal dilalui Lorena yang diklaim merupakan perusahaan bus nomor dua terbesar di Indonesia,”Kita akan buka 10 rute baru tahun ini. Tapi belum bisa kita sebut, nanti saja. Di prospektus kita merupakan perusahaan bus nomor dua terbesar," tandasnya. (bani)

Topik Terkait

bus lorena terbaru