Tokio Marine Insurance Rilis Produk Baru

Perkuat pangsa pasar dalam industri asuransi jiwa, PT Tokio Marine Life Insurance (TMLI) terus agresif dengan membuka kantor cabang baru. Selain itu, perseroan juga bakal mengeluarkan dua produk baru hingga penghujung tahun 2014.

Vice President TMLI Edy Purwanto mengungkapkan, perusahaan pada pertengahan Juli ini akan merilis produk medical untuk kesehatan. Menurutnya, saat ini produk yang akan segera diluncurkan tersebut sedang diproses izinnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Sementara itu, satu produk unit link siap dikeluarkan pada bulan September tahun 2014 ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Di samping itu, perusahaan juga berencana menambah kantor pemasaran baru di beberapa kota lain, seperti di Wilayah Serpong, Samarinda, Malang, serta Magelang. Diharapkan sudah ada sekitar 14 kantor pemasaran dan 16 Agency Sales Office (ASO) sampai akhir 2014. Sampai saat ini, kantor pemasaran TMLI sudah ada di 10 kota besar di Indonesia, diantaranya di Medan, Surabaya, Pontianak, Sulawesi dan lainnya.

Tercatat pada kuartal I/2014, PT Tokio Marine Life Insurance berhasil mencatatkan kenaikan total premi (collected) sebesar 227% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini didorong oleh pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 411% dari periode kuartal I tahun 2013.

Dia menuturkan, kenaikan premi bisnis baru ini ditopang oleh peluncuran beberapa produk baru, salah satunya TM Maximum Investment Plan yang merupakan produk back end loading. Perseroan menargetkan menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar kelima di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun.

Kata Edy Purwanto, perseroan siap melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut, terutama pengembangan jalur distribusi keagenan. ‪Dia menyampaikan, TMLI pada 2012 masih berada diurutan paling bawah, yakni urutan ke 47. Akan tetapi pada tahun 2013, posisinya naik ke-36,”Tahun 2012, kami masih ada di posisi 47, di 2013 naik ke posisi 36. Nantinya target dalam 5 tahun bisa ke 10 besar, dan 10 tahun mendatang bisa di posisi 5 besar,”ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan premi pada penghujung tahun ini sebesar Rp200 miliar. Sampai Juni 2014, perusahaan memperkirakan premi sudah menembus angka Rp100 miliar. Sementara data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, industri asuransi jiwa nasional membukukan total pendapatan premi sebesar Rp113,93 trilun pada 2013 atau tumbuh 5,8% dari 2012.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan premi lanjutan dari Rp32,72 triliun menjadi Rp42, 2 triliun atau meningkat 29% dari tahun sebelumnya. Unit link masih menjadi kontributor terbesar dari total premi tersebut, dengan kontribusi 54,6% atau naik 9,9% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan produk tradisional menyumbang 45,4% terhadap total pendapatan premi. (bani)

BERITA TERKAIT

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

Pemanfaatan Kartu AKSes Rendah - KSEI Rilis Generasi Baru Fasilitas Akses

NERACA Jakarta – Semangat untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi investor pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi…

Sektor Riil - Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Tercatat Tertinggi

NERACA Jakarta – Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…