Combiphar dan Dong-A ST Tandatangani Perjanjian Kerjasama Strategis - Geliat Bisnis Perusahaan Farmasi Terkemuka di Korea

NERACA

Jakarta – Combiphar, perusahaan consumer healthcare terkemuka di Indonesia membuka peluang pertumbuhan baru di industri farmasi Indonesia melalui kerjasama strategis dengan Dong-A ST (Dong-A), salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Korea. Kerjasama in akan mencakup transfer teknologi untuk fasilitas produksi produk biologi, termasuk akses ke penelitian dan pengembangan beserta portofolio produk-produk Dong-A.

Kerjasama strategis ini secara resmi ditandangani pada tanggal 3 Juli 2014 di Seoul, Korea oleh direktur utama kedua perusahaan, sebagai kelanjutan dari penandatanganan nota kesepakatan antara kedua presiden komisaris pada tanggal 10 Februari 2014 di Jakarta, Indonesia.

“Melalui kerjasama strategis ini Combiphar dan Dong-A ST mengembangkan potensi pasar farmasi Indonesia dengan memaksimalkan sumber daya internal Combiphar secara cepat dan efektif, dimana Combiphar akan mampu mencapai visi dan strateginya untuk menjadi perusahaan healthcare terkemuka, tidak hanya melalui lisensi beberapa produk inovatif Dong-A, tapi yang terpenting mendapatkan transfer teknologi pembuatan berbagai produk biologi yang dimiliki Dong-A, sebagai ilmu pengetahuan yang berharga bagi perusahaan dan Indonesia,” kata Michael Wanandi, Direktur Utama PT Combiphar.

Dr. Shin-ho Kang, Chairman dari Dong-A Socio Group mengatakan, “Hubungan kepercayaan yang mendalam antara kedua perusahaan didasari dengan semangat kemitraan untuk keberhasilan kolaborasi dalam menciptakan mesin pertumbuhan baru di tengah pasar farmasi Indonesia.”

Dalam industri farmasi global, Indonesia merupakan salah satu pasar farmasi dengan pertumbuhan tercepat. Dong-A ST menandatangani perjanjian kerjasama “Strategic Alliance and Business Collaboration” bersama Combiphar sebagai upaya untuk mewujudkan visi Global Dong-A ST untuk mencapai pertumbuhan jangka menengah dan panjang di pasar global.

Sesuai dengan visi dari aliansi strategis ini, Combiphar akan membentuk sebuah unit usaha khusus yang berfokus pada pengembangan bisnis, pengelolaan portofolio produk, registrasi dan komersialisasi produk Dong-A, serta kerjasama bidang riset dan pengembangan dalam beberapa dekade ke depan. Selain itu, Combiphar dan Dong-A ST akan melakukan investasi bersama sejumlah USD 16,5 juta untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas produksi produk biologi.

Combiphar didirikan sejak tahun 1971 sebagai perusahaan farmasi. Kini, Combiphar bertransformasi menjadi perusahaan consumer healthcare modern yang memproduksi dan memasarkan lebih dari 200 obat-obatan resep dan obat-obatan bebas berkualitas dan terjangkau, diantaranya, obat batuk sirup OBH Combi, jel pereda nyeri sendi Jointfit, vitamin CombiKid, produk pembersih kewanitaan berbahan dasar green tea Privé dan Hezandra suplemen untuk melindungi fungsi hati.

Dengan fasilitas produksi berteknologi mutakhir serta prosedur operasi berstandar modern, pabrik Combiphar yang berlokasi di Padalarang Jawa Barat berhasil memperoleh sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA) yang menjadikan produk-produk tertentu dari Combiphar dapat diekspor ke Australia. Selain itu, Combiphar juga memiliki fasilitas R&D sendiri yang berfokus pada optimalisasi kualitas obat resep guna menjamin obat-obatan tersebut memenuhi standard Bioavailability dan Bioequivalence serta Nanotechnology. Combiphar saat ini menempati posisi lima besar perusahaan farmasi nasional dan menjadi salah satu “Indonesia’s Most Reputable Healthcare Brands 2014” (Onbee Research/SWA, May 2014) dalam hal brand equity, customer loyalty, and customer experience.

Pengakuan ini menjadi bukti terealisasinya komitmen Combiphar sebagai perusahan consumer healthcare terkemuka yang fokus pada upaya mewujudkan kehidupan konsumen yang lebih baik melalui layanan serta produk-produk berkualitas dan terjangkau, serta mempromosikan gaya hidup sehat sepenuhnya. Berdasarkan data IMS tahun 2013, Combiphar saat ini menduduki peringkat ke-15 diantara grup/perusahaan farmasi dalam negeri.

BERITA TERKAIT

KERJASAMA PEMBIAYAAN INVESTASI DAN MODAL KERJA

Dirut Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) dan Direktur Wholesale Kusman Yandi (kedua kanan), berbincang dengan Dirut PT Angkasa Pura…

Mengukur Indikator Keuangan dan Pajak Terhadap Kinerja Perusahaan

Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak   Pada masa sekarang ini, para pimpinan korporasi dalam berbagai macam industri memikirkan…

Genjot Pertumbuhan Bisnis - BLTZ Bakal Bentangkan 15 Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar guna menggenjot pertumbuhan bisnis, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana menambah  lebih dari…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal Asing - Pemerintah Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp2,3 T

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan investasi di sektor industri elektronika dan telematika. Tujuannya untuk memperdalam struktur manufakturnya…

Mitsubishi Fuso Donasikan Truk Ke ACT Untuk Bantu Korban Bencana

NERACA   Jakarta -  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi truk Fuso, menyerahkan bantuan satu truk ke…

Pemerintah diminta Untuk Menerapkan Kembali Pungutan Ekspor Sawit

NERACA   Jakarta - Pelaku industri hilir meminta pemerintah untuk menerapkan lagi pungutan ekspor sawit untuk produk hulu dan hilir.…