KS Investasikan Dana Rp 3,6 Triliun

Bangun Pabrik Baja HSM

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta - PT Krakatau Steet Tbk (KRAS) dan konsorsium kontraktor SMS Siemag AG (Jerman) - PT Krakatau Engineering menandatangani kontrak pembangunan pabrik baja lembaran panas atau hot strip mill (HSM) II pada awal 4 Juli 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pabrik patungan ini memiliki kapasitas 1,5 juta ton baja canai panas atau hot rolled coil (HRC) per tahun dan dapat ditingkatkan kapasitasnya pada pengembangan tahap berikutnya. Dijelaskan bahwa pembangunan pabrik HSM baru tersebut seiring dengan rencana peningkatan kapasitas produksi HRC dari 2,4 juta ton menjadi 3,9 juta ton per tahun. Pabrik ini ditargetkan mampu mencapai produktivitas dan kualitas yang tinggi serta memnuhi persyaratan dari konsumen.

Peralatan utama yang akan dibangun, meliputi satu unit reheating furnace, satu unit roughing mill, lima stand finishing mill, laminar cooling dan satu unit down coiler. Sedangkan fasilitas pendukung yang akan dipasok, diantaranya slab yard, coil yard, roll shop dan water treatment plant.

Rencananya, pabrik ini direncanakan beroperasi pada 2017. Adapun sumber pendanaan pembangnan pabrik sebagian berasal dari dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp928,3 miliar. Perseroan sempat mengungkapkan bahwa total pembangunan pabrik tersebut mencapai Rp3,6 triliun.

Sebagai informasi, tiga bulan pertama tahun ini, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih mencatat rugi bersih sebesar US$ 46,43 juta, merosot tajam jika dibanding kuartal I/2013, yang masih mencatat laba US$ 9,10 juta. Disebutkan, derita rugi keuangan yang dialami Krakatau Steel diakibatkan menurunnya pendapatan bersih dan meningkatnya rugi selisih kurs.

Tercatat pada kuartal I/2014, pendapatan bersih perusahaan sebesar US$ 459,49 juta, turun 25,4% dibanding kuartal yang sama tahun lalu senilai US$ 615,97 juta. Turunnya pendapatan sejalan dengan berkurangnya beban pokok pendapatan menjadi US$ 448,94 juta dari US$ 564,03 juta. Beban penjualan juga turun menjadi US$ 9,11 juta dari US$ 14,16 juta, beban umum dan administrasi berkurang menjadi US$ 20,77 juta dari US$ 25,84 juta serta beban lain-lain menjadi US$ 217 ribu dari US$ 638 ribu.

Total aset perusahaan akhir bulan lalu sebesar US$ 2,33 miliar, dengan utang sebesar US$ 1,35 miliar. Total aset tersebut menurun dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp2,38 miliar. Namun utang meningkat, di mana utang persreoan akhir Desember 2013 senilai US$ 1,33 miliar.

Tahun ini, PT Krakatau Steel Tbk menargetkan volume penjualan baja sekitar sekitar 2,6 juta ton. Angka tersebut naik 11,5% dibandingkan realisasi penjualan baja pada 2013 dari 2,3 juta ton. Tahun lalu, perseroan mencatatkan penjualan produk baja sebesar 2,37 juta ton sepanjang 2013. Angka tersebut mengalami kenaikan 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari 2,30 juta ton. Namun perseroan juga mencatatkan penurunan nilai penjualan sebesar 8,9%. (bani)