Bank Panin Syariah Kantungi Rp 92,41 Miliar

Hasil Sisa Dana IPO

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal awal tahun ini, PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS) masih memiliki sisa dana sebesar Rp92.418.755.037 hingga akhir 30 Juni 2014,” Dari hasil IPO pada Februari 2014 lalu, perseroan meraih dana bersih sebesar Rp462.098.775.183 dan realisasi penggunaan dana IPO sebesar Rp369.679.020.146,”kata Direktur Utama PT Bank Panin Syariah Tbk, Denny Hendrawati di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dana sisa IPO saat ini tersimpan di Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Fasilitas Simpan Bank Indonesia (FASBI) dengan tingkat suku bunga 5,75% per tahun. Asal tahu saja, dalam penawaran saham perdana, PT Bank Panin Syariah Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Kondisi tersebut, langsung diklaim PT Evergreen Capital sebagai penjamin efek perseroan sebagai indikator pasar yang mulai membaik.

Pasca mencatatkan saham perdananya yang pertama di tahun 2014, langsung menggenjot ekspansinya setelah memperoleh dana segar Rp475 miliar. Dimana perseroan akan menambah 20 jaringan kantor baru di seluruh Indonesia pada tahun ini. Saat ini, perseroan hanya memiliki 10 jaringan yang merupakan lima kantor cabang utama dan lima kantor cabang pembantu. Sehingga tahun ini perseroan akan memiliki 30 kantor cabang.

Belum lama ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) beri peringkat A+ dengan outlook stabil untuk PT Bank Panin Syariah Tbk (PaninBank Syariah) yang dinilai perseroan memberikan optimisme terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Direktur Utama PaninBank Syariah Deny Hendrawati mengatakan, peringkat tersebut menambah keyakinan seluruh stake holders terhadap kinerja PaninBank Syariah ke depan. Berdasarkan data keuangan perseroan nonaudit per 31 Desember 2013, total aset tercatat sebesar Rp 4,07 triliun, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp2,6 triliun. Sementara dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan ada sebesar Rp2,8 triliun dengan dukungan 10 kantor cabang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan perbankan syariah bisa melakukan Initial Public Offering (IPO). Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK, Endang Kusulanjari pernah bilang, dorongan perbankan syariah IPO agar mendapatkan modal alternatif ke masyarakat. "Termasuk pasar modal mencari dari dana masyarakat," ujarnya.

Endang mengatakan, kalau perbankan syariah hanya mengandalkan pemegang saham. Maka modalnya akan sulit bertambah. Untuk itulah, OJK akan membuat perencanaan yang matang untuk memajukan perbankan syariah. Bentuk memajukan perbankan syariah supaya masuk pasar modal dengan adanya master plan ke depannya. "Kita kembangkan ke pasar modal itu masuk perencanaan master plan ada target semua ditingkatkan dan canangkan 5 tahun kedepan," jelasnya. (bani)