Momentum Pemilu Direspon Positif Pasar

Keyakinan jalannya pemilu presiden (Pilpres) bakal berjalan aman dan damai, direspon positif terhadap pelaku pasar modal dengan melalukan aksi beli terhadap harga saham yang sudah terdiskon. Rupanya respon positif terhadap momentum pilpres, juga dirasakan terhadap pelaku pasar modal domestik di Yogyakarta.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan, momentum pemilu presiden saat ini memberikan sentimen positif terhadap pasar modal asing maupun domestic,”Sentimen positif tersebut akan terus menguat apabila kondisi keamanan Pilpres tetap terjamin dan berharap banyaj kepada kemenangan salah satu pasangan calon,”ujarnya di Yogyakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menuju zona positif dan tembus di angka 5.000 saat pembukaan kemarin mencapai posisi 5.036,992 (naik 0,95%). Hal ini disebabkan banyak investor yang melakukan aksi borong saham, walaupun di sisi lain sebagian investor masih memilih "wait and see" atau menunggu hasil pemilu nanti.

Menurut dia, investor sangat menginginkan perubahan rezim pemerintahan yang lebih baik, serta memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan pasar modal Indonesia,”Saya lihat saat ini investor masih melihat dan berharap untuk kemenangan salah satu pasangan tertentu yang berpihak terhadap kemajuan pasar modal," kata dia.

Sebelumnya, analis HD Capital Yuganur Wijanarko pernah menyatakan, optimisme pelaku pasar terhadap pelaksanaan pemilu presiden yang diyakini berjalan lancar menjadi salah satu faktor positif bagi indeks BEI. Dia menambahkan, penguatan rupiah terhadap dolar AS yang kembali pada tren penguatan menambah sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri di tengah pelemahan regional. Secara teknikal, lanjut dia, jika IHSG BEI mengalami koreksi setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir namun masih dapat bertahan di atas level 4.980 maka arah selanjutnya indeks BEI dapat menuju 5.200 poin.

Tercatat, mengakhiri perdagangan Selasa kemarin, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam 35,681 poin (0,72%) ke level 5.024,712. Sementara Indeks LQ45 melaju 10,319 poin (1,22%) ke level 859,412. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,584 triliun di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 274.043 kali dengan volume 7,868 miliar lembar saham senilai Rp 10,773 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 178 turun, dan 92 saham stagnan. (bani)

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…