Rendahnya Harga CPO Dituding Jadi Penyebab - Penerimaan Pajak di Bawah Target

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan realisasi penerimaan pajak pada 2013 yang hanya memenuhi target dalam APBN sebesar 93,81% disebabkan rendahnya harga minyak sawit mentah di pasar internasional. Selain itu juga disebabkan pergeseran komoditas ekspor produk turunan CPO yang tarif bea keluarnya lebih rendah.

"Lebih rendah dari APBN disebabkan antara lain karena perlambatan pertumbuhan ekonomi, rendahnya harga CPO di pasar internasional serta pergeseran komoditas ekspor dari CPO ke produk turunan yang tarif bea keluarnya lebih rendah," kata Chatib, menanggapi pandangan sejumlah Fraksi di DPR RI mengenai RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2013 di Gedung Parlemen di Jakarta, Selasa (8/7).

Dia memberikan tanggapan itu untuk menjawab pandangan dari Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, PDIP, PKS, PAN, PPP, dan Partai Gerindra, tentang realisasi penerimaan pajak, pelaksanaan reformasi pajak, dan optimalisasi penerimaan pajak.

Realisasi penerimaan pajak pada 2013 sebesar Rp1.099,9 triliun, yang lebih kecil empat persen dari target di APBN. Penerimaan pajak tersebut, masih berasal dari sektor "tradeable", yakni sektor yang kegiatan ekonominya beroritenasi pada pasar luar negeri.

Chatib mengatakan, pemerintah sejalan dengan pandangan Dewan untuk melanjurkan program reformasi di bidang perpajakan, dan potensi penerimaan pajak masih dapat ditingkatkan. Pemerintah, kata Chatib, akan terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan untuk meningkatkan penerimaan negara. Oleh karena itu, pemerintah akan menyempurnakan upaya peningkatan penggalian potensi pajak pada sektor-sektor dominan, dan yang sedang "booming".

Kemudian, pemerintah juga akan melakukan penggalian potensi wajib pajak orang pribadi, dengan sasaran orang pribadi yang berpendapatan tinggi. Selanjutnya, Chatib mengatakan pemerintah akan melakukan intensifikasi pemanfaatan data pihak ketiga melalui aplikasi profil berbasis online.

"Selain itu, pemerintah akan melakukan peningkatan penegakan hukum melalui kerja sama dengan intansi penegerak hukum, dan optimialisasi pemanfaatan hasil Sensus Pajak Nasional," ujar dia.

Chatib menambahkan, pemerintah akan senantiasa memperbaiki sistem perpajaka, regulasi perpajakan, meningkatkan intergritas petugas di bidang perpajakan, meningkatkan pengawasan, serta mendongkrak penggalian potensi perpajakan guna mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan negara."Potensi penerimaan pajak masih bisa ditingkatkan, Target penerimaan pajak tahun ini mencapai Rp1.110,2 triliun. Hingga akhir April 2014, pemerintah mencatat penerimaan pajak mencapai Rp281,7 triliun atau 25,38% dari target. [agus]

BERITA TERKAIT

Waspadai Penipuan Bermodus Kantor Pajak

      NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Kajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau kepada wajib pajak agar mewaspadai…

Harga Mobil CBU Honda Terpapar Pelemahan Kurs Rupiah

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terjadi belakangan  ini berimbas pada naiknya…

HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar - Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

KPPIP : Pembebasan Lahan Proyek Patimban Sesuai Prosedur

      NERACA   Jakarta - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menilai pembebasan lahan untuk proyek Pelabuhan Patimban…

DPR Minta Tanggul Roboh Di Bekasi Segera Diperbaiki - Antisipasi Musim Hujan

    NERACA   Bekasi - Anggota Komisi V DPR RI, Intan Fauzi meninjau langsung lokasi tanggul yang roboh di…

Luncurkan Produk Baru, Polytron Klaim Mampu Hemat 20%

      NERACA   Jakarta - Polytron Indonesia meluncurkan Polytron New Belleza Inverter dan Polytron Allure. Kedua produk ini…