Pemerintah Serap Rp15 Triliun - Lelang 5 Obligasi

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp15 triliun dalam lelang lima seri obligasi negara, dari total penawaran yang masuk sebesar lebih dari Rp22,93 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (8/7), menyebutkan jumlah Rp15 triliun itu terdiri dari seri SPN12141009 sebesar Rp1 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 5,62% dengan imbal hasil tertinggi dimenangkan 5,7%. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp2,7 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,5% dan terendah 5,4%.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPN12150710 sebesar Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,74%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,85%. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp2,78 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,85% dan terendah 6,7%.

Jumlah dimenangkan untuk seri FR0069 sebesar Rp2,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,8%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,9%. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp2,38 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,59% dan terendah 7,74%.

Jumlah dimenangkan untuk seri FR0071 sebesar Rp5,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,55% dan imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,6%. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp7,75 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,75% dan terendah 8,5%.

Sementara untuk seri FR0068, jumlah dimenangkan sebesar Rp4,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,8%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,83%. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp6,68 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 9,04% dan terendah 8,74%.

Jumlah dimenangkan sebesar Rp15 triliun tersebut lebih besar dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun. Lelang Sukuk Sementara itu pemerintah akan kembali melelang tiga seri Sukuk Negara dengan target indikatif Rp1,5 triliun pada 15 Juli 2014 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBNP 2014.

Tiga seri Sukuk Negara itu adalah SPN-S02012015, PBS005 dan PBS006. SPNS02012015 memiliki imbalan secara diskonto dan jatuh tempo 2 Januari 2015. Seri PB005 memiliki imbalan 6,75% dan akan jatuh tempo 15 April 2043. Sementara PBS006 memiliki imbalan 8,25% dan akan jatuh tempo 15 September 2020. [ardi]

BERITA TERKAIT

APLN Refinancing Obligasi Rp 750 Miliar

Pangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) siap melunasi obligasi sebesar Rp750 miliar yang jatuh tempo pada 6…

Smartfren Konversi Obligasi Jadi Saham

NERACA Jakarta –Bayar obligasi yang jatuh tempo, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengumumkan bahwa perseroan akan menjalankan konversi atas obligasinya.…

Pemerintah Buka Posko Pengaduan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Posko Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Pembayaran THR Tahun 2019. Posko…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BRI Syariah dan Paytren Lanjutkan Kerjasama

      NERACA   Jakarta - Anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRI Syariah dan Paytren lanjutkan kolaborasi terkait…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan sebesar enam persen pada rapat…