Momen Pemilu Dimanfaatkan untuk Ambil Untung

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta -Chairman & CEO at MECODEstudies Mangasa Augustinus Sipahutar menilai penguatan nilai tukar rupiah hanya bersifat spekulatif karena tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional sebenarnya. Karena siapa pun yang terpilih sebagai presiden-wakil presiden periode 2014-2019, akan dimanfaatkan untuk aksi ambil untung (profit taking).

"Reaksi pasar yang terjadi bersifat spekulasi, tidak mencerminkan ekonomi kita sebenarnya. Investor melakukan starting point untuk aksi profit taking jangka pendek karena Pilpres 2014," kata Mangasa di Jakarta, kemarin.

Menurut Mangasa, momentum politik sering dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi ambil untung.

"Jika pasar menginginkan pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014, portofolio investasi akan terjadi besar-besaran untuk jangka pendek, setelah itu terjadi decline saat pembentukan kabinet. Hal serupa juga akan terjadi seandainya pasar menginginkan kemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa," tegasnya.

Menanggapi masalah investasi bebrapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung atau yang disapa akrab CT meminta para investor dan pengusaha tak perlu khawatir dan takut akan kondisi di Indonesia usai pemilihan umum berlangsung. Hal ini karena pemerintah sudah melakukan beberapa persiapan menghadapi segala kemungkinan.

"Tidak perlu khawatir karena persiapannya sudah dilakukan. Semalam saya sudah bertemu dengan para pemain ekonomi besar, saya sampaikan semuanya bahwa tidak perlu khawatir,business as usual, dan saya contohkan bahwa semua aset saya ada di Republik Indonesia. Jadinggakperlu ada khawatir saya bilang," jelasnya.

CT mencontohkan dirinya yang juga pengusaha. Di mana banyak mempertimbangkan berbagai hal dan kapan saja bisa meninggalkan Indonesia jika ada hal yang tak beres.Namun, dia mengaku tak khawatir karena mengetahui persis mengingat dirinya bagian dari pemerintah yang kerap menggelar tentang pengamanan selama dan sesudah pilpres. Dia memastikan persiapan pengamanan pilpres saat ini dilakukan luar biasa komprehensif. "Jadi saya meyakini dan juga menyampaikan kepada masyarakat kita seluruh Indonesia, Insyaallah segala sesuatunya akan berjalan aman, damai, dan baik," tegasnya.

Sementara Menteri Keuangan Chatib Basri optimitis penyelenggaraan pemilu presiden pada Rabu (9/7) akan berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak yang membuat khawatir para pelaku pasar keuangan.

"Saya percaya kalau pemilu berjalan lancar akan menimbulkan 'confidence' yang baik, selama ini kan takutnya terjadi konflik," katanya.

Chatib menjelaskan nilai tukar rupiah yang menguat serta positifnya IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan respon investor atas jalannya pemilihan umum presiden yang lancar dan tanpa gangguan berarti.

"Mungkin yang diinginkan pasar tentu pemilunya berjalan lancar. Mudah-mudahan ini berjalan lancar, karena semua pihak berusaha menjaga," tandas dia. [agus]