Pilpres Aman, Sentimen Positif untuk Ekonomi

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri optimitis penyelenggaraan pemilu presiden akan berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak yang membuat khawatir para pelaku pasar keuangan. Jika kondisinya kondusif memunculkan sentiment positif terhadap ekonomi domestic.

"Saya percaya kalau pemilu berjalan lancar akan menimbulkan confidence yang baik, selama ini kan takutnya terjadi konflik," katanya di Jakarta, Selasa (8/7)

Chatib menjelaskan nilai tukar rupiah yang menguat serta positifnya IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan respon investor atas jalannya pemilihan umum presiden yang lancar dan tanpa gangguan berarti.

"Mungkin yang diinginkan pasar tentu pemilunya berjalan lancar. Mudah-mudahan ini berjalan lancar, karena semua pihak berusaha menjaga," katanya.

Chatib memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali stabil setelah penyelenggaraan pemilu berakhir, karena volatilitas (bergejolaknya) rupiah dalam beberapa bulan terakhir lebih disebabkan karena kompetisi politik yang ketat.

"Rupiah dari 11.900 menjadi 11.600--11.700 dalam waktu satu dua hari berarti confidencenya baik. Dari faktor kepercayaan, pemilu itu temporer, setelah pilpres rupiahnya kembali," katanya.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp11.679 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.712 per dolar AS.

Sementara, Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, dibuka naik menembus level 5.000 poin seiring dengan ekspektasi pasar bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 akan berjalan lancar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dibuka menguat sebesar 19,43 poin atau 0,39 persen ke posisi 5.008,46, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 5,08 poin (0,60 persen) ke level 854,17.

Ungkapan senada dilontarkan oleh Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah Perekonomian Indonesia diyakini akan tumbuh semakin kuat dengan berjalan lancarnya Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. “Ketika Pilpres berjalan secara aman, demokratis dan tertib maka dipastikan ekonomi setelah Pilpres akan semakin meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan hadirnya presiden dan kabinet baru dinilai akan meningkatkan ekspektasi masyarakat dan dunia usaha.

“Presiden dan kabinet baru dipastikan mengusung tema perubahan dan perbaikan dari periode sebelumnya. Selain itu juga, presiden dan kabinet baru akan berusaha sekuat tenaga mewujudkan janji-janji politik semasa kampanye Pilpres,” jelasnya.

Terjaganya situasi aman dan tertib juga diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, investor, baik di pasar modal maupun sektor riil sangat sensitif terhadap stabilitas politik, karena dapat mengganggu perencanaan dan imbal balik investasi mereka.

“Terlebih investasi di sektor riil dan infrastruktur yang bersifat jangka panjang,” tuturnya.

Terjaganya situasi aman dan tenang selama Pilpres, lanjutnya, akan semakin menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi penting di Asia-Pasifik.

Selain itu, seiring dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, kebijakan industrialisasi dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur serta strategi pengelolaan inflasi yang terpadu akan mendorong perekonomian, baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

“Capital-inflow, baik untuk pasar modal maupun investasi juga diprediksi akan semakin meningkat. Hal ini juga diperkuat dengan komitmen yang tinggi dari Pemerintah untuk terus menjaga fundamental perekonomian nasional,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap, siapapun presiden terpilih kelak, harus didukung bersama karena dihasilkan dari proses yang demokratis. Hal ini mengingat, stabilitas pasca-Pilpres akan menentukan kesuksesan pembangunan ekonomi nasional.

“Stabilitas pasca-Pilpres penting bagi suksesnya pembangunan ekonomi nasional 2014-2019,” pungkasnya. [agus]