Sidang Bersama DPR-DPD Bahas Tantangan Global

NERACA

Jakarta--- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyelenggarakan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanggal 16 Agustus 2011. Joint session itu mengagendakan Pidato Kenegaraan Presiden terkait nota keuangan. “Pelaksanaan Sidang Bersama DPR-DPD memiliki makna konstitusional yang sangat penting terkait penataan sistem ketatanegaraan dan sistem keparlemenan Indonesia,” ujar Ketua DPD Irman Gusman, di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/8).

Menurut Irman, pelaksanaan sidang bersama ini dilakukan secara bergiliran. Saat ini DPD menjadi pimpinan sidang. “Penyelenggaraan sidang bersama dilaksanakan bergantian antara DPR dan DPD. Kesempatan ini, DPD menjadi pelaksana dan sekaligus Ketua DPD menjadi ketua sidang bersama,” tambahnya.

Serangkaian dengan Sidang Bersama DPR-DPD maka DPR menyelenggarakan rapat paripurna yang dihadiri pimpinan dan anggota DPD. Rapat Paripurna DPR mengagendakan Pidato Presiden tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2012 beserta Nota Keuangan. “Merupakan satu rangkaian agenda nasional yang menempatkan daerah di ruang pengambilan kebijakan pembangunan nasional dalam porsi pembangunan daerah maka diselenggarakan Rapat Paripurna DPR,” sambungnya.

Pidato Presiden tentang RAPBN Tahun 2012 dan Nota Keuangan juga memiliki makna konstitusional yang sangat penting karena APBN 2012 menjadi rujukan pelaksanaan pembangunan setahun ke depan.

Untuk Sidang Bersama DPR-DPD tahun ini, DPD mengusung tema “Meningkatkan aktualisasi kebangsaan dengan memelihara kebhinnekaan dan memperkuat persatuan bangsa dalam kehidupan bernegara untuk menghadapi tantangan global” yang sejalan dengan HUT ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Dengan Semangat 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam Kebhinnekaan untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN”.

Pada periode 2004-2009, DPD menghasilkan 196 keputusan (19 usul RUU, 92 pandangan dan pendapat, 7 pertimbangan, 49 pengawasan, dan 29 keputusan terkait anggaran). Dan, periode 2009-2014, DPD hingga tanggal 15 Agustus 2011 menghasilkan 61 keputusan (7 usul RUU, 31 pandangan dan pendapat, 2 pertimbangan, 14 pengawasan, dan 7 pertimbangan terkait anggaran).

Sidang Paripurna DPD tanggal 15 Agustus 2011 merupakan sidang paripurna ke-15 sekaligus penutupan tahun sidang 2010-2011 merujuk Pasal 268 UU MD3 yang menyatakan bahwa masa sidang DPD diawali tanggal 16 Agustus dan diakhiri tanggal 15 Agustus. Merujuk rancangan jadwal persidangan DPD maka masa sidang I DPD sejak tanggal 16 Agustus 2011 hingga 28 Oktober 2011. **cahyo

BERITA TERKAIT

Harbolnas 2018, TCL Bersama Lazada Gelar Diskon Besar Besaran

Harbolnas 2018, TCL Bersama Lazada Gelar Diskon Besar Besaran NERACA Jakarta - Hari belanja online nasional (Harbolnas) menjadi momen yang…

Tiga Pabrikan Otomotif Rilis Pernyataan Bersama Kuatkan Aliansi

Para pucuk pimpinan dalam aliansi Nissan Motor Co, Renault SA dan Mitsubishi Motors Corp mengeluarkan pernyataan bersama baru-baru ini, yang…

Bersama Rumah Zakat - Pertamina Tanam 10 Ribu Pohon Magrove di Aceh Besar

PT Pertamina (Persero) MOR I Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, bersama Rumah Zakat Aceh menanam…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Devisa Sektor Pariwisata Selalu Meningkat

    NERACA   Jakarta - Devisa dari sektor pariwisata selama empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat 202 miliar…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…