KKP Optimalkan Program Aqua Cards

Sambut Pasar Tunggal ASEAN

Kamis, 10/07/2014

NERACA

Jakarta – Genderang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 tinggal menunggu bulan, langkah dan strategi negara Asean sedang gencar-gencarnya mempersiapkan diri menyambut pasar bebas tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna meningkatkan daya saing untuk sektor perikanan adalah adanya optimalisasi program aqua cards.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, merilis Aqua cards yang dimaksudkan untuk pengawasan, pengendalian, dan peningkatan efisiensi usaha budidaya dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing terlebih menyambut pagelaran pasar bebas MEA 2015 mendatang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, aqua cards dibuat untuk pembudidaya, tujuannya memudahkan pemerintah dalam versibility produk-produk perikanan ekspor dan produk yang mampu menjadi ketahanan pangan. Dan kartu ini mampu melakukan pengendalian dan pemantauan dan bisa dilakukan suatu evaluasi dan monitoring. aqua cardsadalah kartu pengendali teknis, pengendali mutu dan juga pencatat data. Jadi bisa berfungsi sebagaiquality controldanquality assuranceproduk perikanan budidaya. Oleh karenanya program ini harus dijalankan secara optimal," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7).

Mengingat sebentar lagi pagelaran pasar bebas Asean dilaksanakan, guna mampu menciptakan produk perikanan yang berdaya saing maka dibutuhkan data yang valid dan akurat. “Dengan aqua cards akan memudahkan dalam menciptakan produk yang berdaya saing, karena data yang dihimpun akurat kebutuhan dan kekurangan sektor perikanan yang harus dibenahi,” imbuhnya

Ada pun lanjut Slamet ada tiga macamAqua Cards. PertamaAqua CardsB untuk pembudidaya ikan. KeduaAqua CardsH untuk pembenih ikan. KetigaAqua CardsT untuk teknisi budidaya. Kartu ini akan berisi data-data teknis pembudidaya, pembenih dan teknisi. Data-data itu tersimpan rapi dalamdata base.

Data baseyang ada dapat digunakan untuk memantau kondisi usaha pembudidaya pemegang kartu, baik status sertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) maupun Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), hasil panen, penyakit, dan data teknis.

Slamet menerangkan,Aqua Cardsbermanfaat bagi pembudidaya dalam hal kepastian pembinaan dan bimbingan, baik dari pemerintah melalui penyuluh maupun teknisi. "Pembudidaya juga akan mendapatkan kemudahan dalam pemasaran hasil produksinya," ujar dia.

Adapun keuntungan dari adanya aqua cards bagi pembudidaya adalah produk yang dihasikan sudah terjamin mutunya sehingga sudah pasti ada jaminan saat mengekspor, dan negara tujuan ekspor juga tidak ragu lagi dengan produknya karena sudah dapat melihat track record yang bisa dilihat dari aqua card tersebut. “Pembudidaya yang sudah memiliki aqua cards dipastikan produknya tidak ada masalah, dan negara ekspotir juga tidak mempertanyakan kualitas produknya karena sudah ada datanya secara lengkap,” jelasnya.

Selain itu juga, dalam jangka pandang para pengguna atau yang sudah memiliki akan lebih mudah dalam mengakses permodalan. Karena nantinya perbankan dalam memberikan pinjaman hanya melihaat keberhasilan dan kesuksesan dari data aqua cards sehingga memudahkan perbankan memberikan pinjaman. “Aqua cards nantinya akan menjadi rujukan perbankan dalam memberikan kredit permodalan kepada para pembudidaya sehingga sama-sama diuntungkan,” terangnya.

Bagi pemerintah,Aqua Cardsakan memudahkan dalam pembinaan yang dilakukan secara bertingkat mulai dari pemerintah daerah, pusat, maupun swasta. Ketelusuran produk perikanan budidaya juga akan lebih mudah dilakukan melalui data base di kartu ini. Adapun untuk anggarannya Aqua Card ini sebesar Rp 60 hingga 65 juta untuk cetak kartu dan akses internet. [agus]