Menanti Hasil Pilpres, IHSG Siap Tembus 5.200

NERACA

Jakarta –Menjelang sehari pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres), minat investor berburu saham cukup besar seiring dengan keyakinan pelaku pasar bisa hasil Pilpres nanti akan sesuai ekspektasi. Alhasil, sejak diawal perdagangan hingga akhir perdagangan, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di zona hijau dan bergerak melesat tajam sejak awal perdagangan.

Tercatat, mengakhiri perdagangan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam 35,681 poin (0,72%) ke level 5.024,712. Sementara Indeks LQ45 melaju 10,319 poin (1,22%) ke level 859,412,”Optimisme pelaku pasar terhadap pelaksanaan pemilu presiden yang diyakini berjalan lancar menjadi salah satu faktor positif bagi indeks BEI," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Selasa (8/7).

Dia menambahkan, penguatan rupiah terhadap dolar AS yang kembali pada tren penguatan menambah sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri di tengah pelemahan regional. Secara teknikal, lanjut dia, jika IHSG BEI mengalami koreksi setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir namun masih dapat bertahan di atas level 4.980 maka arah selanjutnya indeks BEI dapat menuju 5.200 poin.

Perdagangan kemarin, investor asing memborong saham dalam jumlah besar. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,584 triliun di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 274.043 kali dengan volume 7,868 miliar lembar saham senilai Rp 10,773 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 178 turun, dan 92 saham stagnan.

Beberapa bursa regional masih ada yang terjebak di zona merah akibat sentimen rencana naiknya suku bunga acuan oleh The Federal Reserve. Bursa saham Hong Kong dan Tiongkok berhasil balik arah positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 5.950 ke Rp 199.950, BRI (BBRI) naik Rp 625 ke Rp 11.175, Multi Prima (LPIN) naik Rp 375 ke Rp 5.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 24.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 775 ke Rp 27.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 26.750, Mandom (TCID) turun Rp 425 ke Rp 16.075, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 350 ke Rp 1.850.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 47,418 poin (0,95%) ke level 5.036,992. Indeks LQ45 melompat 12,611 poin (1,49%) ke level 862,222. Indeks sempat menanjak hingga ke titik tertingginya di awal perdagangan yaitu di 5.050. Saham-saham komoditas kena aksi ambil untung, tapi tak menghambat laju IHSG.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.094 kali dengan volume 4,648 miliar lembar saham senilai Rp 6,721 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 161 turun, dan 61 saham stagnan. Volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak cukup tinggi setelah ada aksi tutup sendiri saham dua emiten di pasar negosiasi, yaitu PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Tbk (BTPN). Transaksi saham CMNP mencapai Rp 989,4 miliar sementara BTPN sebesar Rp 846,8 miliar.

Bursa-bursa regional malah berjatuhan ke zona merah akibat sentimen naiknya suku bunga acuan oleh The Federal Reserve. Melemahnya Wall Street juga memberi imbas negatif. Terpantau, ssaham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 69.350, BRI (BBRI) naik Rp 675 ke Rp 11.225, Multi Prima (LPIN) naik Rp 335 ke Rp 4.960, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 23.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 295 ke Rp 2.905, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 225 ke Rp 53.175, Lionmesh (LION) turun Rp 200 ke Rp 7.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 175 ke Rp 27.600.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka langsung naik menembus level 5.000 poin seiring dengan ekspektasi pasar bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 akan berjalan lancar. IHSG BEI dibuka menguat sebesar 19,43 poin atau 0,39% ke posisi 5.008,46, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 5,08 poin (0,60%) ke level 854,17.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG BEI masih berada dalam tren penguatan meski diperkirakan hanya dalam periode jangka pendek seiring dengan euforia agenda Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, “Kedepan hasil pemilu diharapkan berjalan lancar,”ujarnya.

Dia menambahkan, pelaku pasar patut mencermati setelah kenaikan indeks BEI pada umumnya akan diselingi oleh koreksi menyusul aksi ambil untung pelaku pasar. Kendati demikian, dirinya menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika terjadi koreksi indeks BEI karena proses kenaikan selanjutnya akan ditunjang oleh data ekonomi dalam negeri yang cukup bagus.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, sentimen positif dari sisi fundamental makro ekonomi, Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2014 mencapai US$ 107,7 miliar, meningkat dari posisi akhir Mei 2014 sebesar US$ 107 miliar,”Peningkatan jumlah cadangan devisa tersebut, terutama dipengaruhi transaksi penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang melampaui kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 82,86 poin (0,35%) ke level 23.558,06, indeks Nikkei turun 62,51 poin (0,41%) ke level 15.316,93 dan Straits Times melemah 12,54 poin (0,38%) ke posisi 3.279,03. (bani)

Related posts