Tahun Depan, Sistem Baru BEI Dioperasikan

Rabu, 09/07/2014

NERACA

Jakarta- Guna meningkatkan pelayanan transaksi saham kepada investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah diri dan selalu menghadirkan sistem baru. Belum lama ini, tengah dibangun dua sistem baru baik informasi dan teknologi (IT), yakni sistem Enterprise Resources Plannig (ERP) dan Extensible Business Reporting Language (XBRL).

Direktur Teknologi Informasi BEI, Adikun Basirun mengatakan, dua sistem baru yang tengah dibangun ini diharapkan bisa membantu peningkatan layanan transaksi saham di pasar modal dan menunjang kinerja BEI kedepannya, “Saat ini, pihak BEI masih akan mengembangkan dua proyek besar, yakni ERP dan XBR. Diharapkan dua sistem ini bisa direalisasikan pada 2015,”ujarnya di Jakarta, Selasa (8/7).

Menurut Adikin, dua sistem baru yang sedang dikembangkan BEI tersebut rencananya digunakan untuk menjaga ketersediaan dan kehandalan sistem yang ada, khususnya melalui mekanisme perencanaan dari tata letak yang ada. Sistem ERP mempunyai fungsi untuk meningkatkan kecepatan dan keefektifan bisnis proses yang ada di internal bursa,”Jadi, itu sebenarnya semacam percepatan pengintegrasian sistem keuangan dengan sistem sumber daya manusia, sistem pengadaan dan sistem yang terkait dengan bisnis utama bursa. Saat ini kita sudah punya. Tapi dibangun sendiri dan kemudian diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan dari bisnis tadi atau user. Diharapkan hal itu bisa mempercepat dan keleluasaan dalam mengerjakan pekerjaan,” jelas Adikin.

Sementara sistem pelaporan yang berbasis XBRL merupakan standar global untuk format elektronik yang digunakan untuk mempertukarkan atau mendistribusikan informasi bisnis. Dalam implementasi XBRL semua informasi yang akan disampaikan diberikan tanda atau tagging. Kemudian memungkinkan komputer secara langsung mengenali informasi yang disampaikan.

Dengan standar ini memungkinkan pelaporan yang dilakukan dapat dengan mudah diolah, dibandingkan atau diubah menjadi berbagai format lain.“Jadi, kewajiban kepada regulator cepat, dan servis kepada pemegang saham jadi lebih tersturktur. Karena bisa bisa langsung dianalisa. Selesainya tahun depan,” tambah Adikin.

Untuk kebutuhan itu, BEI sendiri menyiapkan dana sekitar tiga per empat dari total dana pengembangan IT yang dipersiapkan sepanjang tahun ini, yakni US$ 5 juta. Sebagai informasi, manajemen BEI tahun ini terus meningkatkan investasi menjadi Rp 103,81 miliar dalam Rencana Anggaran dan Kerja Tahunan (RAKT) 2014. Jumlah investasi ini meningkat dari investasi yang dianggarkan pada 2013 senilai Rp 89,61 miliar.

Adapun nilai investasi teknologi informasi untuk pengembangan trading system testing tools mencapai Rp 5,32 miliar. Pengembangan sistem perkantoran yang terintegrasi capai Rp 10,25 miliar. Investasi untuk sistem pelaporan emiten yaitu aplikasi extensible business reporting language (XBRL) mencapai Rp 4,82 miliar, pengembangan edukasi pasar modal sebesar Rp 1 miliar. Serta pengembangan infrastruktur terkait implementasi perubahan ticker sebesar Rp 1 miliar. Maka dengan begitu, tahun ini diproyeksikan total aset BEI dapat mencapai Rp 1,7 triliun atau naik 10,32% dari RKAT 2013- revisi. (bani)