Batavia Aset Management Incar Rp 16,5 Triliun

Total Dana Kelolaan

Rabu, 09/07/2014

NERACA

Jakarta – Seiring dengan kembali derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal, menjadi bekal bagi industri menajer investasi untuk mengambil peluang pasar untuk meningkatkan dana kelola seiring dengan pulihnya keyakinan investor asing terhadap industri pasar modal dalam negeri yang diyakini masih tumbuh positif.

Hal inilah yang menjadi alasan bagi anak usaha PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII), PT Batavia Prosperindo Asset Management (BPAM) yang menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) tahun ini sebesar Rp16,5 triliun,”Ini berat, apalagi ini sudah libur. Tinggal 4-5 bulan lagi, tapi masih optimis sesuai ekspektasi,”kata Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Asset Management, Lilis Setiadi di Jakarta, Selasa (8/7).

Dia mengungkapkan, sampai Juni 2014, AUM sudah mencapai Rp14 triliun. Perolehan ini tumbuh lebih lambat karena banyak investor yang wait and see."Mereka menunggu pemilihan presiden. Kalau sudah pasti siapa yang terpilih, baru investor memutuskan untuk masuk lagi," imbuhnya.

Lilis menjelaskan, untuk mendukung perolehan target AUM, perusahaan akan meluncurkan sejumlah produk baru. Sampai Juni 2014, perusahaan sudah meluncurkan 10 produk reksa dana. Tercatat, pada Juni ini juga sudah meluncurkan dua reksa dana terproteksi dan satu Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) pertambangan.

Dia mengungkapkan, untuk RDPT pertambangan, jangka waktunya adalah 12 tahun. Nilai maksimalnya sebesar Rp500 untuk dua perusahaan tambang yang berbasis di Kalimantan,”Kami targetkan dalam tujuh tahun holding kedua perusahaan tambang ini bisa melakukan initial public offering (IPO)," paparnya.

Sementara itu, di semester kedua tahun ini, kata Lilis, perusahaan akan menambah lima sampai enam produk reksa dana. Mayoritas produk yang diterbitkan adalah reksa dana terproteksi. Rata-rata AUM yang dibidik adalah senilai Rp 200 miliar. "Satu lagi mungkin RDPT properti," tutupnya.

Sementara induk usahanya, PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) yang resmi mencatatkan saham perdananya Selasa kemarin, berhasil meraup dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 75 miliar. Namun dana tersebut akan diberikan kepada Malacca karena separuh saham yang dilepas ke publik merupakan divestasi induk. Sehingga dana yang tersisa di Batavia sendiri adalah sebesar Rp37,5 miliar.

Kata Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk, Rudi Setiadi, dari dana Rp37,5 miliar akan digunakan untuk pengembangan dua anak usaha dengan masing-masing Rp18,75 miliar atau 50% dari total yang diraih Batavia,”Dua anak perusahaan itu kita biayai Batavia Prosperindo Sekuritas bergerak brokerate jasa perantara efek, nah modal kerjanya perlu untuk volume trading. Kemudian untuk manajer investasi yaitu mendukung usaha dalam rangka meningkatkan produk-produk reksa dana,”ungkapnya.

Rudi menambahkan, untuk produk reksa dana saat ini sudah banyak dan semuanya sudah ada seperti fix income, terproteksi. Namun dengan adanya penambahan modal, pihaknya dikabarkan akan meluncurkan produk reksa dana lagi,”Reksa dana akan terus di luncurkan, meluncurkan namun harus melihat perkembangan pasar, rencananya kita akan terus tingkatkan. Semuanya baik yang openendid, sama terproteksi," paparnya. (bani)