Mandiri Pimpin Sindikasi Bagi Pupuk Kaltim - Senilai Rp1,35 triliun dan US$337 Juta

Jakarta - Bank Mandiri ditunjuk sebagai mandated lead arranger untuk pembiayaan sindikasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam denominasi IDR sebesar Rp1,35 triliun dan mandated lead arranger untuk denominasi valas sebesar US$337 juta bersama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Central Asia (BCA). Perbankan lain yang terlibat dalam kredit sindikasi ini adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dan BPD Jawa Barat Banten (BJB).

Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilaksanakan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini , Direktur Bisnis Kelembagaan BRI Asmawi Syam, Direktur BCA Dhalia M. Ariotedjo, Direktur Utama BPD Kaltim Zainuddin Fanani, Direktur Komersial BJB Entis Kushendar dan Direktur Utama PKT Aas Asikin Idat serta disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Direktur Utama PT Pusri (Persero) Arifin Tasrif di Kantor Kementerian BUMN, Senin (15/8).

Adapun Bank BCA dalam sindikasi tersebut berpartisipasi sebesar Rp40 miliar dan 90 juta dolar AS, sedangkan BRI sekitar Rp800 miliar.

Pinjaman berjangka waktu 10 tahun dengan masa grace period 3,5 tahun itu rencananya akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik amoniak dan urea Kaltim 5. Komitmen pembiayaan tersebut setara dengan sekitar 70 persen total kebutuhan PKT untuk pembangunan Pabrik Kaltim-5 yang mencapai lebih dari Rp 6,1 triliun.

“Ketersediaan pupuk dalam jumlah yang memadai merupakan syarat untuk mencapai keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Bank Mandiri menempatkan pengembangan industri pupuk nasional sebagai salah satu prioritas untuk mendapatkan perhatian,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini .

Zulkifli menambahkan, kontribusi Bank Mandiri dalam pembiayaan sindikasi ini adalah sebesar Rp1,2 triliun dan US$162,7 juta. Jumlah tersebut merefleksikan keinginan Bank Mandiri untuk memperkuat sinergi antar BUMN dalam menyukseskan program-program pemerintah yang ditujukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

Bank Mandiri telah secara konsisten menyalurkan pembiayaan bagi industri pupuk nasional dalam rangka revitalisasi pabrik maupun untuk peningkatan produksi. Hingga Juni 2011, perseroan telah menyalurkan pembiayaan kepada industri pupuk nasional sebesar sekitar Rp10 triliun.

“Ke depan, kami siap meningkatkan pembiayaan kami serta memberikan dukungan layanan perbankan lainnya yang dibutuhkan industri untuk memastikan peningkatan produksi pupuk nasional,” kata Zulkifli.

Sementara menurut Dirut PT Pupuk Kalimantan Timur, Aas Asikin Idat, pabrik Kaltim-5 ini memiliki kapasitas produksi 1,15 juta ton urea granul dan 825.000 ton amoniak per tahun. "Pabrik ini akan menjadi pabrik pupuk urea terbesar di Asia Tenggara," kata Aas. Masa pembangunan pabrik Pupuk Kaltim-5 selama 33 bulan.

Seperti diketahui, Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance serta Treasury, Financial Institution & Special Asset management. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) serta Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan),

Bank Mandiri pada Juni 2011 mempekerjakan 26.326 karyawan dengan 1.442 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 8.480 ATM, yang tersambung dalam jaringan ATM Link sebanyak 18.939 unit, Jaringan Electronic Data Capture 61.664 unit, serta electronic channels yang meliputi Mandiri Mobile, Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.

Related posts