Sukseskan Pilpres yang Luber

Rabu, 09/07/2014

Hari ini (9 Juli 2014) seluruh warga negara Indonesia secara serentak melaksanakan pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) yang langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber) serta jujur dan adil. Negara memberikan jaminan kepada rakyat untuk bebas memilih pemimpin. Aparat keamanan melalui TNI dan Polri harus bisa memberikan jaminan bagi rakyat untuk memilih tanpa tekanan dan rasa takut.

Pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jend Pol. Sutarman, bahwa aparat dalam siaga penuh mengawal jalannya Pilpres agar tercipta suasana kondusif dan damai patut kita beri apresiasi yang tinggi. Kehadiran aparat keamanan adalah untuk memberikan jaminan aman dan damai sejak masa tenang (6/7) hingga pelaksanaan pilpres hari ini.

Menurut data The Habibie Center, selama periode Januari hingga April lalu, terdapat 162 insiden kekerasan terkait Pileg 2014. Dalam insiden-insiden itu, sebanyak 7 orang tewas, 68 cedera, dan 54 unit bangunan rusak. Mayoritas insiden memang terbilang ringan, yakni perusakan alat peraga dan properti tim saingan (46%).

Meski demikian, berbagai tindakan kekerasan itu seharusnya tidak boleh terjadi pada suatu pesta demokrasi. Suhu sosial dan politik menjelang pilpres memang cukup panas, namun hal ini tidak perlu terjadi pada saat Pilpres berlangsung.

Berbagai bentuk kampanye hitam, kampanye negatif, bahkan fitnah yang ditujukan ke calon presiden (capres) terus bertebaran di tengah masyarakat. Tujuan pihak-pihak yang menyebarkan kampanye hitam dan fitnah itu untuk menjatuhkan saingannya, itu sudah dianggap tidak ada lagi saat pemungutan suara sudah selesai nanti.

Meski Polri telah menetapkan Pemred TabloidObor RakyatSetiyardi sebagai tersangka, kampanye hitam yang dibuat tabloid itu telah mencederai demokrasi. Selain itu, fitnah terhadap salah satu capres yang dilakukan oleh sebuah stasiun televisi juga sangat disayangkan, meski kita menyesalkan pula tindakan massa yang menyegel kantor redaksi televisi itu.

Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, pihaknya memberikan jaminan bahwa pilpres dan pascapilpres nanti situasi aman. Kapolri juga memberikan jaminan bahwa Polri tetap netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan capres dan cawapres.

Penegasan yang sama disampaikan juga Panglima TNI Jenderal Moeldoko dengan mengatakan bahwa dirinya akan bertindak tegas bila ada prajurit yang memihak kepada salah satu pasangan calon. TNI pun siap membantu Polri dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menjaga ketertiban serta menciptakan rasa aman dan damai menjelang hari pemilihan nanti dan pasca pilpres.

Keinginan untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama pilpres dan pasca pilpres nanti juga disampaikan Ketua Dewan Pers Bagir Manan. Dikatakan, pers Indonesia berkomitmen menggunakan kemerdekaan pers untuk kepentingan publik. Pers Indonesia juga berkomitmen untuk bekerja profesional dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip dan kaidah jurnalistik, kode etik jurnalistik, serta menghormati hukum dan nilai-nilai demokrasi.

Selain itu, pers Indonesia akan selaku mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan kehati-hatian, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan atau konflik di masyarakat, serta menghindari penyebarluasan fitnah dan kebencian. Semoga!