Marilah Sukseskan Pilpres 2014!

Oleh : Herni Susanti, Pemerhati Demokrasi

Rabu, 09/07/2014

Proses Pilpres 2014 yang sedang berlangsung adalah salah satu instrumen politik di negara Indonesia untuk mewujudkan kehidupan berdemokrasi dalam konteks berbangsa dan bernegara. Secara normatif, hal ini bermakna positif karena menempatkan rakyat yang berdaulat untuk menentukan kehidupanya yang bermartabat dengan menetukan pemimpin bangsa dan negara. Indonesia adalah negara yang plural secara suku, agama, ras dan golongan, seringkali keadaan ini menjadi pintu eksploitasi politik untuk kepentingan kekuasaan sempit bagi kelompok maupun perorangan yang merugikan kehidupan dan keharmonisan hubungan antar masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemilu harus menjadi ajang bagi rakyat Indonesia dalam memilih pemimpin yang mampu menjaga tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Kepemimpinan politik merupakan aspek yang utama dalam pengejawantahan nilai-nilai demokrasi. Kepemimpinan politik tidak selalu berarti memiliki dukungan politik dan kekuasaan mayoritas, melainkan kemampuan mengembangkan sumberdaya sosial politik secara efektif untuk mendorong kemakmuran dan kesejahteraan.

Para pemimpin politik demokratis akan menggodok kemampuan personal dan kemampuan politik,untuk mendukung pencapaian kebijakan politik demokratis. Kepemimpinan politik demokratis pada masa kini akan berhubungan dengan dua aspek krusial, yakni kebutuhan untuk mematangkan kedewasaan dedikasi institusi politik yang berhubungan dengan kehidupan publik dan usaha memastikan efektivitas kebijakan publik dalam mendorong kemajuan sosial. Dua aspek penting ini menjadi persoalan yang amat kompleks di tengah keragaman pilihan politik dalam suasana demokrasi.

Sementara itu, komunikasi politik tidak bisa dilepaskan dari persoalan etika demokrasi. Prinsip-prinsip demokrasi harus melandasi alur komunikasi politik Partai Politik. Dalam konteks ini, rakyat bukan berperan semata sebagai obyek yang hanya mendengar apa yang disampaikan agen-agen politik (partai politik). Lebih jauh, rakyat adalah subyek politik yang memberikan keseimbangan dalam membangun demokrasi. Komunikasi politik yang baik antar kekuatan politik Parpol dan rakyat akan menentukan bobot kekuasaan. Kepemimpinan politik akan selalu berhubungan dengan penciptaan pemerintahan dan kekuasaan yang baik dan bersih. Hal ini berkaitan dengan usaha mengawal transisi menuju demokrasi yang semakin berkualitas.

Kepemimpinan politik, pertama-tama tentu berhubungan dengan kemauan dan kemampuan untuk melakukan perubahan atas sikap dan pilihan politik. Untuk itu, masyarakat Indonesia agar mencermati dengan baik, agar pilihan tidak salah, yakni memilih Presiden berdasarkan suara hati dan moral, memilih presiden yang tidak korupsi dan memiliki moral. Sedangkan, membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa dengan sikap nasionalisme serta heroisme sebagai patriot Indonesia yang sejati perlu pondasi kuat yaitu semangat wawasan kebangsaan.

Dibentuknya Permendagri No 24 tentang forum pembauran kebangsaan dengan alasan karena Indonesia terdiri dari keanekaragaman dan banyaknya fenomena sukuisme. Ada beberapa sikap politik yang mencuat di tengah problem sosial-ekonomi yang melanda kehidupan bangsa Indonesia yakni, faksionalisme politik justru makin mengkristal sehingga ada kecenderungan penonjolan kekuatan politik tertentu, dan energi politik terkuras sekian banyak untuk mengurus konflik-konflik sosial yang kadangkala dari permasalahan politik, padahal masyarakat membutuhkan sebuah dedikasi politik untuk menyelamatkan masyarakat dari krisis ekonomi, serta target politik jangka pendek seringkali menjadi orientasi politik yang kuat.

Selain itu, momen pemilihan Presiden dijadikan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi serta ambil bagian dalam membangun dan mengembangkan NKRI, sehingga menjadi damai sejahtera sesuai cita-cita kemerdekaan. Presiden mendatang akan menghadapi sejumlah tantangan seperti kemiskinan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kesenjangan sosial dan lainnya serta mampu menghadapi, mengatasi dan menyelesaikan masalah tersebut.

Pemilihan umum Presiden merupakan kesempatan penting bagi seluruh rakyat Indonesia yang akan menentukan arah kebijakan bangsa dan negara 5 tahun ke depan. “Mari sebagai anak bangsa dari Sabang sampai dengan Merauke untuk sukseskan Pilpres 2014 dengan aman, damai dan tertib serta demokratis”…Mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua, yang berada di pegunungan, lembah-lembah dan pesisir pantai, yang berada di kota maupun di kampung-kampung…Mari sukseskan Pilpres 9 Juli 2014 menuju NKRI yang makmur dan beradab serta membangun Provinsi Papua bersama-sama untuk bangkit, mandiri dan sejahtera. “Buang/singkirkan jauh ajakan boikot Pilpres 2014 dari gerakan, LSM, organisasi massa yang ada di Papua”. Gunakan hak pilih sebaik-baiknya, pilihlah pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi rakyatnya.

“Marilah rapatkan satu barisan untuk mendukung dan mensukseskan Pilpres 2014 dengan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terlaksananya Pilpres 2014 yang damai dan demokratis".***