Pilpres Pengaruhi Penguatan Rupiah

Hanya Sementara

Rabu, 09/07/2014

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, menilai semakin dekatnya Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang, mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir.

"Sebetulnya ini kondisi yang sifatnya non-teknis. Ada suatu pengaruh dari perkembangan politik di Indonesia," ujar Agus Marto di Jakarta, kemarin. Namun, kata dia, penguatan rupiah tersebut sifatnya hanya sementara (temporary) dan secara umum tidak ada suatu hal khusus yang membuat rupiah bergerak menguat.

Agus Marto juga meyakinkan bahwa pihaknya akan selalu berada di pasar untuk menjaga volatilitas nilai tukar berada di level yang wajar. "BI akan ada di pasar. Apapun hasil dari pemilu BI akan yakinkan bahwa stabilitas nilai tukar terjaga," jelasnya.

Dia juga menambahkan, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh perkembangan neraca perdagangan yang menunjukkan perbaikan dengan surplusnya neraca perdagangan nonmigas. Selain itu, BI juga menyatakan bahwa inflasi sudah menuju ke tingkat yang normal sesuai dengan target yang ditetapkan dan pihaknya akan menjaga inflasi terus berada di tingkat normal.

Euforia menjelang berlangsungnya Pilpres 9 Juli cukup memberikan sentimen positif bagi rupiah. Investor sepertinya cukup yakin bahwa pemilu presiden dapat berjalan lancar.

Satu sisi, investor kemungkinan akan tetap wait and see kala menanti hasil pemilu tersebut. Namun sisi lain, pelaku pasar uang juga sedang menunggu kebijakan moneter dari Bank Indonesia pada 10 Juli mendatang terkait suku bunga acuan (BI Rate). [agus]