Pilpres Pengaruhi Penguatan Rupiah - Hanya Sementara

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, menilai semakin dekatnya Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang, mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir.

"Sebetulnya ini kondisi yang sifatnya non-teknis. Ada suatu pengaruh dari perkembangan politik di Indonesia," ujar Agus Marto di Jakarta, kemarin. Namun, kata dia, penguatan rupiah tersebut sifatnya hanya sementara (temporary) dan secara umum tidak ada suatu hal khusus yang membuat rupiah bergerak menguat.

Agus Marto juga meyakinkan bahwa pihaknya akan selalu berada di pasar untuk menjaga volatilitas nilai tukar berada di level yang wajar. "BI akan ada di pasar. Apapun hasil dari pemilu BI akan yakinkan bahwa stabilitas nilai tukar terjaga," jelasnya.

Dia juga menambahkan, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh perkembangan neraca perdagangan yang menunjukkan perbaikan dengan surplusnya neraca perdagangan nonmigas. Selain itu, BI juga menyatakan bahwa inflasi sudah menuju ke tingkat yang normal sesuai dengan target yang ditetapkan dan pihaknya akan menjaga inflasi terus berada di tingkat normal.

Euforia menjelang berlangsungnya Pilpres 9 Juli cukup memberikan sentimen positif bagi rupiah. Investor sepertinya cukup yakin bahwa pemilu presiden dapat berjalan lancar.

Satu sisi, investor kemungkinan akan tetap wait and see kala menanti hasil pemilu tersebut. Namun sisi lain, pelaku pasar uang juga sedang menunggu kebijakan moneter dari Bank Indonesia pada 10 Juli mendatang terkait suku bunga acuan (BI Rate). [agus]

BERITA TERKAIT

Tak Hanya Masyarakat Miskin, Rentan Miskin Juga Perlu Diperhatikan

      NERACA   Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, selain masyarakat miskin dan sangat miskin, masyarakat…

Penerimaan Pajak Ditaksir Hanya 90%

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun memperkirakan pencapaian target pajak hingga akhir tahun 2017…

Nilai Tukar Rupiah di 2018 Diprediksi Kisaran Rp13.600

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan rata-rata nilai tukar rupiah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…