Pemprov Tambah Modal Bank Kalsel

NERACA

Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menambah penyertaan modal kepada PT Bank Kalsel sebesar Rp40 miliar, guna peningkatan permodalan Badan Usaha Milik Daerah provinsi tersebut.

Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin menyampaikan Raperda rencana penambahan penyertaan modal Pemprov tersebut pada rapat paripurna DPRD provinsi setempat yang dipimpin ketuanya Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Kalsel, kemarin.

Dia mengungkapkan, dengan penambahan penyertaan modal itu, berarti modal Bank Kalsel berasal dari Pemprov setempat berjumlah Rp315 miliar lebih.

"Dengan peningkatan penyertaan modal tersebut, kita harapkan Bank Kalsel bisa berkembang lebih maju lagi dan pada gilirannya mampu bersaing dengan bank-bank lain sejenis yang sudah mengalami kemajuan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

"Kita harapkan pula, dengan penmbahan penyertaan modal tersebut, Bank Kalsel yang merupakan banknya 'urang banua' (masyarakat Kalsel) dapat meraih status 'regional champion' sehingga sejajar dengan bank-bank sejenis lainnya yang sudah maju," tandasnya.

Tambahan penyertaan modal itu berasal dari deveden atas penyertaan modal Pemprov pada Bank Kalsel selama ini yang belum diambil.

Bersamaan penambahan penyertaan modal kepada PT Bank Kalsel, gubernur juga menjelaskan rencana penambahan modal Pemprov kepada PT Asuransi Bangun Askrida sebesar Rp130 juta.

"Penambahan penyertaan modal kepada PT Asuransi Bangun Askrida itu berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang terdiri atas Pemprov, dan pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia," ungkapnya.

"Berdasarkan RUPS tersebut ditetapkan menambahan modal PT Asuransi Bangun Askrida itu hingga Rp200 miliar. Besaran rencana penambahan modal tersebut bagi sama dengan Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Indonesia," demikian Rudy Ariffin.

Pada kesempatan terpisah Direktur Utama (Dirut) PT Bank Kalsel H Juni Rif'at mengatakan, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dia pimpin terhadap pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2013 sebesar Rp42 miliar.

"Dengan penambahan penyertaan moda dari Pemprov tersebut, insya Allah kontribusi Bank Kalsel terhadap PAD provinsi setempat makin meningkat pula," katanya menjawab Antara Kalsel, usai rapat paripurna DPRD tingkat provinsi itu.

PT Bank Kalsel itu sebelumnya berbentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) dengan nama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalsel berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Kemudian pada tahun 2012, badan hukum BPD Kalsel tersebut berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT), yang Perdanya merupakan inisiatif dewan atas usul Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD provinsi setempat. [ant]

BERITA TERKAIT

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengucurkan bantuan modal kepada 1.000 usaha…

LPS Telah Likuidasi 82 Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi 82 bank yang tediri atas satu bank…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…