Penjualan Mobil Terus Meningkat Menjelang Hari Raya

Sabtu, 12/07/2014

Menjelang hari raya, penjualan mobil-mobil baru dan bekas saat ini sudah menunjukkan peningkatan. Kebanyakan mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan untuk mudik lebaran atau keperluan silaturahmi ke sanak saudara dalam masa-masa lebaran.

NERACA

Seperti yang dialami pemilik show room mobil bekas di centra penjualan mobil bekas Kemayoran, Jakarta Pusat, saat-saat menjelang lebaran adalah saat menanguk keuntungan. Setiap menjelang lebaran, peminat mobil bekas meningkat tajam.

Menurut seorang pemilik show room mobil bekas, Deni mengaku saat awal ramadhan omset penjualannya sudah mulai menunjukkan peningkatan. Puncaknya menurut Deni sekitar sepekan menjelang lebaran. Peningkatan omset bisa mencapai 30 persen dari hari-hari biasanya.

Ismet pembeli mobil bekas mengaku, memilih mobil bekas karena harganya relatif lebih murah dibandingkan mobil yang baru, apalagi mobil yang dibelinya merupakan mobil Eropa, dimana selisih harga mobil baru dan bekasnya sangat jauh.

Mobil yang paling diminati pembeli bervareasi bergantung dari kemampuan calon pembeli. Untuk kalangan menengah kebawah biasanya lebih memilih mobil kategori niaga yang berpenumpang banyak. Sementara untuk kalangan atas biasanya memilih mobil-mobil sedan keluaran Eropa.

Sedangkan membeli mobil baru menjelang Lebaran sepertinya sudah menjadi sebuah tradisi seperti mudiknya sendiri. Selain faktor gengsi untuk mengendarai mobil baru saat kembali ke kampung halaman, berbagai program menarik seperti diskon juga menarik minat masyarakat untuk membeli mobil.

"Biasanya memang seperti itu (saat lebaran tiba penjualan Toyota meningkat-Red). Makanya penjualan di Juni lebih tinggi dibandingkan dengan Mei, dan ini bisa diakibatkan karena mau Lebaran," ujar GM corporate planning and public relation PT TAM, Widyawati Soedigd.

Namun secara tidak langsung, dirinya mengakui tahun ini merupakan tahun yang unik. Karena pemilu, puasa, lebaran, dan liburan anak sekolah terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan.

"Di bulan Juli 2014 penjualan kita akan naik sedikit, meski kenaikannya lebih besar di bulan Mei-Juni. Karena hari kerja di bulan Juli ini sangat sedikit, paling cuma 3 minggu karena kepotong libur Lebaran. Karena hari kerja juga sangat berpengaruh dengan penjualan," katanya.

"Nah kali ini juga bisa dibilang unik, biasanya kalau libur sekolah konsumen akan melakukan liburan sehingga jadi menahan untuk membeli mobil. Tapi karena ada Lebaran penjualan kita akan naik sedikit, tahun ini mungkin kenaikan hanya 10 persen," tambah dirinya.

Hal senada disampaikan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Honda Prospect Motor Jonfis Fandy. Penjualan mobil Honda menjelang Lebaran ini cukup mengalami kenaikan.

"Penyegaran yang dilakukan untuk produk-produk kami turut mendorong peningkatan penjualan Honda. Selain itu, banyak konsumen yang memburu mobil Honda untuk dipakai saat Lebaran dan mudik di tahun ini," ujarnya.

Pada akhir Juni 2014, Honda meraih penjualan sebesar 17.215 unit, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 16.356 unit.

Peningkatan penjualan di bulan Juni terutama didukung Honda Mobilio, yang meraih penjualan 10.896 unit sekaligus kembali menjadi produk terlaris Honda.

Penjualan Honda Mobilio sendiri meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 9.684 unit. Dengan tambahan angka penjualan tersebut, Honda Mobilio telah meraih total penjualan sebesar 46.446 unit di seluruh Indonesia hingga saat ini.

Sementara itu berkah lebaran juga dirasakan oleh Ford. Buktinya, bulan lalu Ford berhasil menjual mobilnya sebanyak 1.164 unit.

Managing Director PT Ford Motor Indonesia (FMI) Bagus Susanto, menjelaskan hasil penjualan di bulan Juni lalu berhasil mengalami peningkatan sebesar 31 persen jika dibandingkan dengan penjualan di bulan Mei 2014.