Fauzi Ichsan: “BI Harus Hati-Hati” - Terkait Pembatasan Asing di Bank Lokal

Jakarta - Bank Indonesia (BI) harus hati-hati dalam menerapkan kebijakan pembatasan kepemilikan saham di perbankan baik asing maupun lokal. "Jangan mengeluarkan bijakan-kebijakan yang menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan, seperti retro aktif atau tidak sesuai dengan ground fathering atau tidak dan sesuai atau tidak dengan peraturan pemerintah?" ujar Senior Economist Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan kepada wartawan akhir pekan lalu.

Ia melanjutkan, pasti akan ada banyak pertanyaan yang diajukan investor asing jika benar kebijakan tersebut yang kabarnya telah sampai ke tangan Presiden jadi diberlakukan. "Kalau retroaktif ada pengecualian atau tidak? Selama bisa dijawab sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan sesuai dengan pengertian investor, ya nggak apa-apa. Tapi pasti akan ada banyak pertanyaan," tegasnya.

Fauzi juga mempertanyakan apakah kebijakan tersebut juga berlaku terhadap Bank BUMN yang saham mayoritasnya dimiliki pemerintah di atas 50%. Yang kabarnya jika jadi diberlakukan akan ada pengecualian. "Sekarang orang bertanya mengapa itu ada pengecualian. Selama tidak ada misi khusus misalnya untuk mendukung APBN itu nggak apa-apa. Tapi, sekarang kan bank-bank pemerintah itu sudah banyak yang go publik," ucapnya.

Menurutnya, investor asing yang masuk itu ingin menjadi investor strategis. Artinya, mereka ingin menjadi mayoritas. "Kecuali ada agreement 20 tahun lagi akan divestasi. Jadi, waktu investor masuk itu tahu berapa tahun kemudian akan divestasi," tukasnya. "Jangan sampai memberi kesan suka atau tidak diskrimansi itu nanti ada. Jangan sampai menuju ke sana. Pasti banyak bank asing yang nggak setuju. Kalau cabang bank asing diwajibkan menjadi PT kemudian akan didivestasi kepemilikan sahamnya akan menimbulkan pertanyaan," tukasnya.

BERITA TERKAIT

Penanaman Modal Asing - Pemerintah Bidik Investasi Industri Elektronika Hingga Rp2,3 T

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan investasi di sektor industri elektronika dan telematika. Tujuannya untuk memperdalam struktur manufakturnya…

Menkopolhukam - Konflik Sosial Pasca-Pemilu 2019 Harus Dicegah

Wiranto Menkopolhukam Konflik Sosial Pasca-Pemilu 2019 Harus Dicegah Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengajak…

Bank Artos Bidik Rights Issue Rp 77,5 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) berencana akan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan sebesar enam persen pada rapat…

Investree Resmi Kantongi Izin OJK

    NERACA   Jakarta - PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai pionir marketplace lending di Indonesia resmi mengantongi Izin…

Donasi Asuransi, Sun Life Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa

    NERACA   Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa meluncurkan produk terbaru…