Sesuai Ekpektasi, IHSG Bisa Tembus 5.300

Menanti Hasil Pilpres

Selasa, 08/07/2014

NERACA

Jakarta –Meskipun pelaku pasar saham memilih wait and see sambil menunggu hasil Pemilu Presiden (Pilpres) yang segera dilaksanakan pada Rabu (9/7) mendatang, namun tidak bisa dipungkiri Jokowi Effect masih dirasakan pelaku pasar. Bahkan begitu besarnya harapan investor, sehingga mengharapkan capres nomor urut dua bisa menjadi pemenangnya.

Kepala Riset Danareksa Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelaku pasar modal sudah sejak awal mengunggulkan capres nomor 2 bisa menjadi presiden Republik Indonesia (RI) yang selanjutnya. Hal ini bisa terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),”Pertama kali IHSG terbang tinggi adalah saat Jokowi menyatakan akan maju menjadi calon presiden pada Jumat 14 Maret 2014. Saat itu IHSG terbang hingga 3% dan merupakan lonjakan tertingginya tahun ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Saat itu dana asing langsung masuk membanjiri pasar modal sebanyak Rp 3 triliun dalam sehari dan nilai tukar rupiah pun bisa menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal yang sama terlihat pada perdagangan Senin awal pekan.

Dirinya menyakini, bila capres Jokowi menang bakal memberikan sentiment positif terhadap laju IHSG dan bahkan bisa tembus 5.200-5.300. Namun perkiraan ini, dengan tetap memperhitungkan cabinet dan siapa menterinya ke depan.

Sebaliknya, capres Prabowo sejak diawal pasar sudah merespon kurang positif. Bahkan pasar menilai, bila Prabowo menang market bisa terkoreksi sampai 15%. Tetapi sekarang prediksi berubah karena memang pasar sudah melihat visi-misinya lewat debat itu,”Maka dengan pertimbangan tersebut, pelaku pasar memprediksi sekarang paling koreksi 3-4% dan perkiraan IHSG ada di level 4.500-4.600,”ungkapnya.

Namun dia menambahkan, prediksi-prediksi tersebut sifatnya masih sementara dan ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kenyataannya nanti,”Yang membedakan keduanya hanya pada reaksi awal tapi setelahnya market akan melihat siapa orang-orang yang ada di pemerintahan," jelasnya.

Sementara analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Sujatmiko mengungkapkan, jelang pilpres nanti pelaku pasar makin optimis karena didorong oleh kondisi situasi berlangsung relatif sesuai dengan ekspektasi pasar,”Dari debat kandidat akhir pekan lalu, baik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla menyampaikan visi-misi terkait pangan dan energi yang lebih detil. Ini dinilai positif oleh pasar,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sujatmiko, hasil dari berbagai survei elektabilitas juga masih sejalan dengan harapan pasar. Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 83,206 poin (1,70%) ke level 4.989,031. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 19,811 poin (2,39%) ke level 849,093. Derasnya aksi beli yang dilakukan investor pada saham unggulan dan lapis dua, menjadi pemicu melesatnya pergerakan indeks BEI hingga nyaris tembus level 5000. (bani)