RI-Hungaria Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Selasa, 08/07/2014

NERACA

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Perindustrian bertekad menggenjot nilai kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Hungaria saat menerima kunjungan delegasi Kamar Dagang dan Industri Hungaria. Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional (KII) Kemenperin Agus Tjahajana mewakili Menteri Perindustrian MS Hidayat menyambut delegasi KADIN Hungaria beserta sejumlah perwakilan perusahaan Hungaria.

Menurut Agus, dalam kunjungan Presiden RI ke Budapest, Hungaria, pada Maret 2013 kedua kepala negara menyetujui peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, turis, pendidikan, budaya, makanan, energi dan pengelolaan air, namun sebagian besar hingga saat ini belum dimaksimalkan. “Bahkan dalam bidang perdagangan setelah mengalami peningkatan signifikan pada 2011 mencapai US$438 miliar, justru mengalami penurunan pada 2013 menjadi US$200 miliar. Saat itu Indonesia bahkan mengalami defisit hingga US$19 miliar,” kata Agus.

Hal serupa juga terlihat pada sektor investasi, yakni investasi langsung dari Hungaria ke Indonesia tercatat mengalami penurunan pada 2010 hanya mencapai US$260.000. Sebagian besar tujuan investasi tersebut mengalir ke sektor perdagangan dan perhotelan. Oleh karena itu, kedatangan delegasi dari Hungaria disambut baik oleh Kemenperin dengan harapan dapat meningkatkan minat investasi ke Indonesia.

“Ini akan menjadi harapan yang baik untuk kita, bahwa ke depannya KADIN Hungaria akan mendukung para investornya agar mau berinvestasi pada sektor industri di Indonesia seperti industri baja, mesin dan elektronik, mengingat Hungaria mempunyai daya saing uang yang lebih baik dibandingkan Indonesia,” katanya.

Kehadiran investasi dari Hungaria tentunya sudah diberi jalan melalui keberadaan Undang-Undang No.3 tahun 2014 tentang Industri, yang di dalamnya terdapat dua kebijakan insentif yakni pertama memberikan insentif pajak termasuk di dalamnya tax holiday dan tax allowance.

Kemudian kedua berupa pembebasan bea masuk impor untuk mesin, peralatan dan bahan konstruksi atau pembangunan dalam ruang lingkup investasi. Hungaria pada 2013 tercatat memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$130,6 miliar sedangkan PDB perkapitanya mencapai US$19.800. Hingga 2013 Hungaria bermitra ekspor dengan Jerman sebesar 25,6%, Romania (6,2%), Slowakia (6,1%), Austria (6%), Italia (4,8%), Perancis (4,8%) dan Inggris (4,2%).

Sementara komoditas ekspor utama Hungaria antara lain adalah mesin dan peralatan sebesar 53,5%, pabrik lainnya 31,2%, produk makanan 8,7%, bahan kulit 2,5%, sedangkan hasil industrinya berupa pertambangan, metalurgi, bahan bangunan, makanan olahan, tekstil, bahan kimia (terutama obat-obatan) dan kendaraan bermotor.

Pada tahun lalu, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso menerima Wakil Perdana Menteri dan Wakil Ketua Parlemen Hungaria. Pertemuan tersebut untuk menjalin kerjasama antara Indonesia dengan Hungaria. Priyo Budi Santoso mengaku akan segera menindaklanjuti tawaran kerjasama ini.

“Saya melihat ketulusan Pemerintah Hungaria dalam pembicaraan ini, dan tentu segera kita tindaklanjuti. Pihak pemerintah maupun parlemen Hungaria menawarkan banyak kerjasama. Mereka menyediakan karpet merah untuk Indonesia, untuk mempererat hubungan kedua negara,” jelas Priyo.

Priyo menambahkan, ada beberapa hal penting yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini. Terkait dengan sistem jaminan sosial, jaminan kesehatan dan jaminan pensiun, Indonesia akan menjadikan Hungaria menjadi model percontohan.

“Karena Hungaria sudah cukup lama memberlakukan sistem jaminan social. Tidak hanya diberlakukan kepada pegawai negeri, namun juga kepada buruh pabrik maupun orang-orang yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Hal ini yang menjadi inspirasi Indonesia untuk menjadikan Hungaria sebagai model percontohan, karena Hungaria sudah menerapkan sistem itu selama ratusan tahun,” ujar Priyo.

Di sisi lain, Hungaria mengharapkan bantuan Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk ke Asia Tenggara. Indonesia merupakan tokoh ASEAN, sehingga Hungaria berharap dengan dijalinnya kerjasama dengan Indonesia, dapat mempererat hubungan Hungaria dengan Asia Tenggara.

Terkait dengan sektor pendidikan, ada perbincangan mengenai beasiswa dan pertukaran pelajar. Hungaria menawarkan kerjasama berupa beasiswa kepada mahasiswa Indonesia. Sebelumnya juga Indonesia pernah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Hungaria yang ingin belajar kebudayaan di Indonesia.

“Pembahasan lain yang tak kalah cukup penting, adalah terkait dengan bidang ekonomi, investasi, dan hal lain yang bersifat umum antara Indonesia dengan Hungaria. Untuk hubungan Indonesia dengan Eropa Barat sudah terjalin dengan baik, namun untuk Eropa Timur, kita memerlukan Hungaria sebagai pintu gerbang untuk wilayah Eropa Timur,” ujar Priyo.