Tiket Kereta Api Ludes Terjual - Lebaran 2014

NERACA

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan sampai dengan saat initiketkereta Lebaran tahun 2014 sudh ludes terjual alias 100% habis. Padahal pemerintah dan PT KAI sudah menyiapkan 416 lokomotif kereta api dan 1.555 gerbong penumpang sebagai angkutan mudik Idul Fitri 1435 H tahun ini.

Pihak kementerian sebelumnya juga sudah menambahkan 32 kereta api tambahan baik kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi.

" Tiket kereta api sudah habis 100% itutiketkereta api. Itu juga sudah sama tambahan 32 rangkaian, itu habis juga," ujar Menteri Perhubungan E.E Mangindaan saat rapat kerja dengan Komisi V DPR mengenai persiapan jalur mudik lebaran 2014, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Selain karena tiket murah, Mangindaan menyebut larisnya tiket kereta karena perjalanan mudik dengan kereta kini lebih efektif. Sebab, jalur double track sudah beroperasi. Sehingga arus dari dan ke kota tujuan pemudik lebih cepat dari biasanya.

"Memang persoalannya double track sudah jalan, cepat sekali bolak baliknya (kereta apinya). Apalagi kereta api saat ini disukai masyarakat karena murah, nyaman, ontime dan sejuk karena semuanya ber AC. Tapi ini menjadi problem kami, karena masyarakat masih meminta tiket kereta api," jelasnya.

Dia mengklaim sudah mengantisipasi lonjakan penumpang kereta api dengan menambah rangkaian kereta api yang diproduksi PT INKA.

"Kami dan PT KAI sudah berusaha untuk nambah dari PT INKA ada 2 rangkaian. Walaupun belum dibayar, setidaknya diambil dulu. Itu cadangan terakhir untuk kereta api,"ucapnya.

Berbeda dengan kereta, transportasi laut justru kurang diminati masyarakat. Padahal harga tiket sudah ditekan. Nyatanya, hanya 35% tiket terjual hingga saat ini. "Sementara untuk angkutan lebaran transportasi udara sudah 95 persen. Sehingga naik pesawat bukan barang mewah lagi, sudah jadi kebutuhan," katanya.

Meski tiket kereta habis, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan menilai tidak ada calo yang menjual tiket transportasi kereta api. "Ikut saya sekarang, kita lihat saja ada calo atau enggak. Saya serius kalau soal calo," kata Jonan.

Johan meminta kepada pihak-pihak yang menyebut adanya calo yang menjual tiket kereta api agar membuktikan hal tersebut. "Saya tunggu buktinya," tantang Jonan.

Johan bahkan bersedia memberikan imbalan kepada wartawan yang bisa menangkap calo yang menjual tiket kereta api. Dia menjanjikan Rp5 juta jika berhasil menangkap calo yang masih beroperasi menjual tiket kereta api ke penumpang. [agus]

BERITA TERKAIT

Cuti Bersama Libur Lebaran 2018 Bertambah 3 Hari

    NERACA   Jakarta - Jumlah cuti bersama libur Lebaran 2018 atau Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah bertambah…

APP Wujudkan Kemandirian Masyarakat Desa - Lewat Program Desa Peduli Api

Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di Desa Mekar Jaya,…

NUP Proyek Woodland Tahap 4 Terjual 80 - Laris Manis Diserbu Pembeli

NERACA Jakarta – Pre Launching tahap 4 Woodland mendapat respon antusias dari masyarakat. Hal itu terlihat dari tingginya angka pembelian…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penerbitan Surat Berharga Perpetual, Bappenas Apresiasi OJK

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Surat Efektif Nomor S-306/PM.21/2018 perihal Pencatatan Reksa Dana berbentuk…

Pembatasan Transaksi Dinilai Mampu Kendalikan Inflasi

      NERACA   Jakarta - Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembatasan Transaksi…

Aspira Ikut Tingkatkan Kompetensi SMK - SMK Sales Award 2018

  NERACA   Jakarta - Dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi siswa/i SMK Kompetensi Keahlian…