Menanti Hasil Pilpres, IHSG Rawan Koreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 83,206 poin (1,70%) ke level 4.989,031. Sementara Indeks LQ45 ditutup melompat 19,811 poin (2,39%) ke level 849,093. Derasnya aksi beli yang dilakukan investor pada saham unggulan dan lapis dua, menjadi pemicu melesatnya pergerakan indeks BEI hingga nyaris tembus level 5000.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak melanjutkan penguatan. Namun tetap harus diwaspadai aksi ambil untung seiring sikap wait and see pelaku pasar menunggu hasil pilpres 9 Juli nanti. Tercatat pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral berhasil kompak melenggang di zona hijau. Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar memimpin penguatan kali ini, terutama di saham-saham bank.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 845,49 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 225.702 kali dengan volume 6,983 miliar lembar saham senilai Rp 7,797 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 116 turun, dan 78 saham stagnan.

Beberapa bursa di Asia jatuh ke zona merah akibat sentimen dari konflik di Irak yang kembali memanas. Bursa saham Tiongkok dan Singapura menguat tapi tak bisa mengikuti kecepatan laju BEI. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 1.625 ke Rp 25.000, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 800 ke Rp 15.925, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 30.900, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 ke Rp 11.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.075 ke Rp 17.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 355 ke Rp 4.625, Saranacentral (BAJA) turun Rp 225 ke Rp 680, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 200 ke Rp 7.500.

Perdagangan sesi pertama, indeks di BEI ditutup menguat 47,561 poin (0,97%) ke level 4.953,386. Sementara Indeks LQ45 melonjak 12,324 poin (1,49%) ke level 841,606. Seluruh indeks sektoral berhasil kompak melenggang di zona hijau. Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar memimpin penguatan kali ini.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.712 kali dengan volume 4,059 miliar lembar saham senilai Rp 3,951 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 102 turun, dan 69 saham stagnan. Bursa-bursa regional banyak yang jatuh ke zona merah pada sesi pertama akibat sentimen dari konflik di Irak yang kembali memanas. Hanya bursa saham Singapura yang masih bertahan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 24.125, United Tractor (UNTR) naik Rp 575 ke Rp 23.725, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 550 ke Rp 15.675, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 68.750. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.075 ke Rp 17.500, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Saranacentral (BAJA) turun Rp 225 ke Rp 680, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 200 ke Rp 7.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik sebesar 15,96 poin atau 0,33% menjadi 4.921,78, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,16 poin (0,50%) ke level 833,44,”Pelaku pasar saham kembali melanjutkan aksi beli sehingga indeks BEI masih berada di area positif," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Menurut dia, aksi pelaku pasar saham itu didukung dari sentimen bursa saham global yang cenderung membaik, data ketenagakerjaan AS yang ppositif berimbas pada menguatnya laju bursa saham AS, Eropa serta Asia,”Pelaku pasar saham di dalam negeri memanfaatkan kondisi ini untuk kembali mengakumulasi bertahap," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, masih ada sentimen di dalam negeri yang berpotensi menghambat, salah satunya hasil pemilub presiden yang tidak sesuai ekspektasi,”Apapun hasil pilpres diharapkan dapat direspon secara rasional dan diharapkan tidak mengkontaminasi pasar sehingga menahan kenaikan,”ujarnya.

Sementara itu, tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa indeks BEI masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak menguat. Dijelaskan, investor sedang menanti hasil pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada Rabu (9/7) mendatang. Di sisi lain, kalangan pasar juga menunggu hasil kinerja semester pertama emiten, dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 25,51 poin (0,11%) ke level 23.571,87, indeks Nikkei naik 16,66 poin (0,11%) ke level 15.453,79 dan Straits Times menguat 7,02 poin (0,21%) ke posisi 3.279,27. (bani)

BERITA TERKAIT

Banten Tunggu Hasil Evaluasi Kemendagri APBD 2018

Banten Tunggu Hasil Evaluasi Kemendagri APBD 2018 NERACA Serang - Pemerintah Provinsi Banten masih menunggu hasil evaluasi APBD 2018 oleh…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

MAMI Prediksi Kinerja IHSG Tumbuh Signifikan - Momentum Tahun Politik

NERACA Jakarta – Pilkada serentak yang bakal di lakukan tahun depan, membuat kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Meskipun keyakinan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…