Reksa Dana Syariah Capai Rp 9,17 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat, dana keloaan reksa dana syariah hingga pada 27 Juni tahun ini mencapai sebesar Rp9,17 triliun. Angka ini hanya naik tipis sekitar Rp210 miliar dibanding kuartal I sebesar Rp8,96 triliun.Informasi tersebut disampaikan OJK dalam laman resminya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dana kelolaan reksa dana syariah pada kuartal I tercatat sebesar Rp8,96 triliun. Naiknya total dana kelolaan tersebut dikontribusi dari bertambahnya jumlah reksa dana berbasis syariah menjadi 65 reksa dana dari sebelumnya 64 reksa dana syariah.

Reksa dana syariah yang memberi kontribusi terbesar adalah reksa dana syariah berbasis saham, diikuti reksa dana syariah berbasis campuran dan di posisi ketiga adalah reksa dana syariah berbasis terproteksi. Kemudian berasal dari reksa dana syariah berbasis pasar uang dan reksa dana syariah berbasis indeks.

Adapun total dana kelolaan tersebut dikontribusi dari reksa dana syariah berbasis campuran sebesar Rp1,75 triliun, reksa dana syariah berbasis terproteksi sebesar Rp1,12 triliun dan reksa dana syariah berbasis saham mencapai Rp5,48 triliun. Sedangkan reksa dana syariah berbasis indeks sebesar Rp7,22 miliar dan reksa dana syariah berbasis pasar uang sebesar Rp277,79 miliar.

Sebelumnya, analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga pernah bilang, inflasi di bulan Ramadhan dan Lebaran menjadi penentu kinerja reksa dana pada kuartal ketiga, disamping suku bunga bank, “Data inflasi kemarin yang di rilis Badan Pusat Statisti, kedua faktor ini cukup stabil dan itu sedikit banyak memberikan dampak positif pada kinerja reksa dana,”ujarnya.

Kendati demikian, dia memperkirakan, tekanan inflasi pada kuartal III akan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya karena adanya Ramadan dan Lebaran. Oleh sebab itu, menurut dia, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus bisa mengeluarkan kebijakan untuk memitigasi tekanan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tanpa menaikkan suku bunga.“Karena (menaikkan suku bunga) itu akan berdampak negatif ke pasar keuangan, yang akhirnya dapat mempengaruhi kinerja reksa dana,” ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…