Toilet Blues : Perjalanan Dua Sejoli Yang Penuh Hiruk-pikuk

Toilet Blues menceritakan tentang Anjani (Shirley Anggraini) dan Anggalih (Tim Matindas). Keduanya merupakan teman baik yang pernah memiliki chemistry satu sama lain sejak belia. Kini Anjani dan Anggalih sudah dewasa. Perbedaan mimpi membuat Anggalih harus menempuh jalan sendiri.

Anggalih, ingin membanggakan orangtuanya dengan mengabdikan diri menjadi seorang Pastur. Ia adalah calon Pastur, dimana ia tak boleh memiliki pasangan hidup, apalagi keturunan. Anggalih sendiri memiliki hasrat untuk menjadi Pastur, lantaran ingin menyelamatkan banyak jiwa umatnya.

Sedangkan Anjani, hidupnya jauh berbeda dari Anggalih. Ia seorang anak broken-home, liar, dan urakan. Ayahnya menitipkan Anjani pada orang kepercayaannya, Ruben (Tio Pakusadewo), yang ternyata malah memiliki hubungan intim dengan Anjani.

Dibalik itu, Anjani memiliki cinta untuk Anggalih. Cinta yang besar dan tulus, Anjani beranggapan, mengapa bukan dirinya satu-satunya jiwa yang diselamatkan oleh Anggalih. Perjalanan dua sejoli ini penuh hiruk pikuk. Sampai akhirnya, Anggalih harus merasakan hal yang tak seharusnya ia lakukan.

Toilet Blues, adalah sebuah road movie karya Dirmawan Hatta yang tergolong 'berbeda' dari film-film remaja saat ini. Film ini lebih dari sekedar drama percintaan dan kehidupan belaka melainkan sebuah esensi perjalanan dan tujuan.

Jika berbicara alur cerita,Toilet Bluesmenjadi salah satu film yang dikategorikan unik. Mengapa? Pada film ini, dialek tak begitu menonjol sebagaimana pada film pada umumnya. Simbol-simbol kebudayaan dan ketuhanan akan kental di dalamnya. Terlebih, film ini berdinamika yang cenderung stagnan.

Hal itu sepertinya lumrah mengingatToilet Bluesdiangkat berdasarkan sajak milik WS Rendra berjudul Nyanyian Angsa. Yangmana sedikit banyak, berpengaruh pada alur dan dinamika cerita di film ini.

Bagi Anda penggemar filosofi,Toilet Bluesadalah sasaran yang tepat. Pasalnya memang film dari Sunshine Pictures ini juga banyak mengambil keunikan-keunikan dari dialek yang digunakan. Tata bahasanya dapat dikatakan ambigu, atau sekalipun eksplisit, akan menjadi 'keras'.

Dari segi pemain, Tim dan Shirley memang dua pemain baru. Tetapi siapa sangka, keterlibatan keduanya juga memiliki andil besar untuk film ini. Terlihat jelas jika keduanya mencoba menjiwai karakter mereka masing-masing.

Toilet Bluessendiri sudah menorehkan prestasi dengan mengikuti 9 festival film internasional. Ada CinemaAsia Film Festival (Amsterdam), Goteborg International Film (Swedia), Busan International Film Festival (Korea), Pop Up Festival JiFFest (Jakarta), Deauville Asian Film Festival (Perancis), Mumbai Film Festival (India), Kaleidoscope International Film Festival (India), Window On Cinema Today (Kamboja), dan Jogja NETPAC Film Festival (Jogjakarta).

BERITA TERKAIT

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

"Public Chaos", Ujung Interpretasi Media yang Salah

  Oleh : Ricky Rinaldi, Peneliti Madya Lembaga Studi Informasi Strategis (LSIS) Tidak dapat dipungkiri bahwa aktor yang paling berperan…

Summarecon Sasar Dua Tipe Konsumen Pameran 2017

Summarecon Sasar Dua Tipe Konsumen Pameran 2017 NERACA Bekasi - PT Summarecon Agung Tbk tengah menyasar dua tipe konsumen Indonesia…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…