Pemimpin Kredibel dan Amanah

Seluruh masyarakat Indonesia secara serentak besok ( 9 Juli 2014) melakukan pesta demokrasi dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk melaksanakan hak pilihnya dengan tepat demi meningkatkan kualitas kepemimpinan bangsa untuk lima tahun ke depan. Ada dua pilihan alternatif gaya dan persona kepemimpinan. Yang satu adalah seorang purnawirawan jenderal dengan solusi ekonomi kerakyatan dengan orientasi pertanian, kembalinya kedaulatan pangan, dan kewibawaan bangsanya. Kandidat lainnya menawarkan solusi revolusi mental seorang mantan wali kota dan gubernur yang gemar blusukan dan sangat menikmati teknologi informasi dengan platform ”e-everything”-nya.

Kedua kandidat presiden ini tentunya orang yang luar biasa karena sudah dapat merebut hati bangsa ini sehingga sampai pada posisinya sekarang. Tidak kurang liputan dan analisis mengenai latar belakang, prestasi, rekam jejak, character make-up, dan keseluruhannya tentang siapa mereka di hampir seluruh outlet berita di negara selama masa pemilu ini berlangsung. Masing-masing mendapatkan dukungan yang bisa terhitung luar biasa dari para massanya.Dinamika proses kampanye kali ini menjadi saksi terhadap banyak inovasi cara dan gaya berkampanye yang sebelumnya mungkin belum pernah ada.

Ingat, sang pemimpin adalah pemangku mandat kepercayaan yang diberikan para pendukungnya. Adalah tugasnya sebagai kandidat untuk meraih kepercayaan itu dari para pemilihnya saat kampanye dan mengemban kepercayaan itu ketika terpilih. Di lain pihak para pemilih secara sadar memilih berdasarkan keyakinan dan informasi yang dimilikinya tentang sang calon. Para pemilih berharap bahwa yang terpilih akan mengerti, mampu menjaga, dan membawa aspirasi dan kepercayaan yang diamanatkan kepadanya pada keadaan yang lebih baik pada masa depan. Harapannya adalah rakyat berkehendak, pemimpin bertindak.

Bagaimanapun, sebuah proses demokrasi sangat dipengaruhi oleh persamaan informasi, paham, persepsi, dan kejujuran serta kemampuan brand marketing dari para pendukungnya. Karena apa dan bagaimana bentuk dan prestasi sebuah pemerintahan, sebuah kepemimpinan negara atau bangsa adalah refleksi dari cara bangsa itu mendefinisikan kepemimpinan yang mereka inginkan dan dibutuhkan. Yang mereka rasa pantas untuk mereka peroleh saat ini.

Jadi, seperti apa pemimpin bangsa yang pantas untuk kita ? Tentu kita berharap pemimpin yang mampu mendefinisikan keunikan dan kekuatan kita sebagai bangsa dan negara. Mengolah keunikan dan kekuatan itu menjadi identitas kebangsaan yang mandiri mempunyai wibawa. Kekuatan identitas yang mandiri dan rasa kebangsaan yang inklusif terhadap kemajemukan unsur bangsa akan menjadi dasar yang kuat untuk terbentuknya identitas bersama sebagai bangsa. Kita pantas untuk mendapat pemimpin yang sederhana dan tegas.

Pemimpin yang dapat dimengerti rakyatnya, harusnya mampu mengurai dan menerjemahkan peliknya masalah bangsa dalam bahasa yang lugas dan mudah dimengerti, dengan program action plan penanganan permasalahan itu yang jelas, dan menyelesaikannya dengan efisien, tuntas. Kita pantas mendapat pemimpin yang berwawasan luas, yang mampu menggalang kekayaan bangsa, keseluruhan kekuatan dan kemampuan bangsa untuk menyempurnakan dan menyelenggarakan blue print pembangunan Indonesia secara komprehensif di tengah gelombang ekonomi politik global yang tak menentu, bangsa Indonesia mampu mempertahankan wawasan ke depan sehingga dapat menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan berwibawa, berdaulat di mata bangsa lain. Semoga!

BERITA TERKAIT

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

Ketua DPR: Polri dan Interpol Segera Ungkap Iklan PRT

Ketua DPR: Polri dan Interpol Segera Ungkap Iklan PRT NERACA Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Polri bermitra…

Penghargaan SATUPENA untuk Delapan Tokoh dan Institusi

Penghargaan SATUPENA untuk Delapan Tokoh dan Institusi NERACA Jakarta - Perhimpunan SATUPENA memberikan Penghargaan SATUPENA kepada delapan tokoh dan institusi…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Pertumbuhan vs Stabilitas

Persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi pembahasan banyak pihak. Pasalnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, BI…

Antisipasi Depresiasi Rupiah

Posisi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS belakangan ini mengalami undervalued. Penyebab kinerja nilai tukar rupiah yang melemah tersebut disebabkan oleh…

Korupsi Dana Desa

Hasil temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama periode 2016 hingga Agustus 2017 sedikitnya ada 154 kasus penyelewengan dana desa dengan…