KKP Ingin Maksimalkan Pembangunan Kelautan

Perubahan AP Menjadi PKP

Senin, 07/07/2014

NERACA

Sidoarjo - Kementerian Kelautan dan Perikanan secara resmi merubah status kelembagaan Akademi Perikanan (AP) Sidoarjo menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan (PKP). Pengembangan kelembagaan ini dalam rangka penguatan pembangunan kelautan yang potensi sumber dayanya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPSDM KKP), Suseno Sukoyono menuturkan, potensi sumberdaya kelautan dapat memberikan dampak ekonomi sangat besar. Data menyebutkan setidaknya Rp3.000 triliun per tahun dapat diperoleh dari sumber daya laut Indonesia.

“Proses pengubahan status kelembagaan AP menjadi politeknik ini dirintis sejak akhir tahun 2010. Setelah melewati berbagai prosedur, mekanisme dan pertemuan pembahasan sesuai peraturan perundangan yang berlaku maka pada 30 Desember 2013 diterbitkanlah rekomendasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tentang Persetujuan perubahan bentuk AP menjadi PKP di bawah KKP," kata Suseno, di Politeknik Kelautan dan Perikanan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (4/7) pekan lalu.

Dengan demikian, lanjut dia, pengembangan akademi menjadi politeknik sangat tepat, karena dengan pengembangan politeknik terbuka kesempatan luas pengembangan program studi kelautan. Apalagi selama ini telah diterapkan penguatan sistem pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory, di sistem pendidikan naungan KKP.

"Melalui sistem ini, peserta didik tidak hanya ditempa untuk memiliki keterampilan dan sikap kerja, tapi juga dibekali aspek iptek yang kuat. Selanjutnya akan dihasilkan lulusan yang kompeten dan profesional serta terstandar untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri,” terangnya.

Adapun tujuannya membentuk komunitas baru kelautan dan perikanan yang terdidik dan berdaya saing untuk berperan aktif dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Suseno menambahkan, maksud pengembangan kelembagaan itu untuk menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) bidang kelautan sebagaimana bidang perikanan yang telah lebih dahulu dijalankan oleh AP Sidoarjo.

Investasi jangka panjang

Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Endang Suhaedy mengatakan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu merupakan investasi jangka panjang untuk pendapatan negara dari sektor perikanan dan kelautan.

Dengan pengubahan kelembagaan menjadi PKP dari sebelumnya AP ini akan semakin menyempurnakan studi yang tidak hanya perikanan saja, namun juga tentang kelautan. "Ke depannya, PKP ini diharapkan mampu memberi kontribusi investasi keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi Indonesia serta sejalan dengan kelestarian lingkungan," ungkap Endang.

Dia mengatakan, potensi di laut berikut perikanannya di Indonesia belum dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat. "Baru sepertiga potensi laut itu yang baru kita berdayagunakan. Sisanya belum terjamah," ujar dia.

Melalui lembaga pendidikan vokasi di PKP, sambung Endang, perikanan di Indonesia diharapkannya dapat dioptimalkan secara lebih baik lagi. Pendidikan vokasi sendiri dicirikan dengan perbandingan materi berupa 60% praktek dan 40% teori bagi tingkat pendidikan tinggi. [ardi]

Topik Terkait

pkp kelautan