Ekonomi Makin Tumbuh, PNM Agresif Bina UMKM

Medan, Sumatera Utara

Senin, 07/07/2014

NERACA

Medan - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) semakin agresif dalam menjalankan fungsinya sebagai BUMN pemberdaya UMKM, dengan kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha di Medan, Sumatera Utara.

Pemimpin PNM Cabang Medan, Andi Estetiono menjelaskan perekonomian Medan mengalami pertumbuhan signifikan setiap tahunnya, yang antara lain ditunjang oleh geliat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa sektor usaha produktif yang menyumbang signifikan perekonomian lokal antara lain perindustrian, pertanian, dan perdagangan, yang mayoritas diisi oleh pelaku UMKM.

“Dengan demikian jika kita ingin membangun perekonomian local, maka yang utama harus dikembangkan adalah para pelaku UMKM-nya,” kata dia di sela Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di Brastagi, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/7) pekan lalu.

Untuk itu, lanjut Andi, PNM selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanatkan untuk memberdayakan UMKM secara agresi memberikan dukungan usaha berupa jasa finansial dan jasa manajemen. Jasa finansial diberikan kepada UMKM berupa fasilitas pembiayaan dari Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), sedangkan jasa manajemen berupa pelatihan dan pendampingan usaha.

“Karenanya kami tak bosan-bosan untuk kembali mengadakan pelatihan dan pendampingan usaha bagi nasabah-nasabah ULaMM di wilayah Medan dan sekitarnya agar berdaya saing dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi local,” tutur dia.

Dalam pelatihan PKU kali ini, PNM mengangkat tema “Semangat Wirausaha 2014”, dengan jumlah peserta mencapai 75 nasabah ULaMM di Klaster Brastagi. Pemateri sekaligus motivator pada hari ini adalah Dosen Universitas Sumatera Utara, Buchori, yang juga Ketua Student Entrepreneur Centre (SEC) USU.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro I PNM, M. Lukman Rizal menilai pelaku UMKM harus cerdik dalam melihat peluang dan mampu berinovasi mengikuti perubahan jaman. Semua itu diperlukan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di semua lini usaha.“Sayangnya banyak wirausahawan UMK yang sering kali sudah merasa cukup dan tidak mau mengembangkan usahanya lebih maju lagi,” ujar dia.

Melalui pelatihan yang diinisiasi oleh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM ini, Arief berharap dapat membuka wawasan pelaku UMKM di Madiun sehingga lebih tanggap dalam melihat peta persaingan serta tuntutan perubahan bisnis baik dari aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya maupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat,” ujar Arief.

Sebagai informasi, PNM telah 15 tahun mendukung pengembangan UMKM di Tanah Air, dengan memberikan jasa pembiayaan dan jasa manajemen melalui 706 kantor jaringan pelayanan yang menjangkau 2.799 kecamatan. Khusus untuk jasa pembiayaan, PNM memberikan pelayanan melalui 578 kantor ULaMM di seluruh Indonesia.

Khusus di wilayah Sumatera Utara, terdapat 47 kantor ULaMM yang berada di bawah kendali operasi PNM Cabang Medan. Dalam menjalankan bisnisnya, PNM Cabang Medan dibantu oleh 7 klaster untuk memonitor dan memastikan bisnis pembiayaan dan jasa PKU berjalan baik dan efektif.

Andi Estetiono menambahkan kinerja pembiayaan ULaMM di wilayah Medan dan skitarnya menunjukan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu tercermin dari outstanding pembiayaan dan jumlah nasabah yang mengalami peningkatan signifikan.

Posisi outstanding pembiayaan PNM Cabang Medan per Juni 2014 tercatat sebesar Rp274,6 miliar atau tumbuh 18,4% dibandingkan dengan pencapaian Juni 2013 yang sebesar Rp231,9 miliar. Performa positif pembiayaan PNM Cabang Medan diikuti dengan peningkatan 29% jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan pembiayaan ULaMM, dari 5.866 nasabah pada Juni 2013 menjadi 7.573 nasabah per Juni 2014.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Untuk mendukung kelancaran bisnis, PNM melakukan diversifikasi sumber pendanaan dari perbankan dan pasar modal, antara lain dengan dua kali menerbitkan obligasi. Obligasi I PNM 2012 terbit sebesar Rp500 miliar dan Obligasi II PNM 2013 rilis sebesar Rp1 triliun. Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. [mohar]