SMF Gaet Dua Bank Besar - Kembangkan Bisnis Sekuritisasi

NERACA

Jakarta - PT Sarana Multigriya Financial (Persero) terus berusaha mengembangkan lini bisnis sekuritisasi. Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan dua bank besar untuk melakukan persiapan transaksi sekuritisasi. Dia berharap dengan bertambahnya mitra kerja sama, lini bisnis sekuritisasi bisa lebih berkembang.

"Ditargetkan tahun ini, bisnis sekuritisasi bisa mencapai proses sekuritisasi sebesar Rp1,5 triliun - Rp2 triliun," kata Raharjo, Kamis (4/7), pekan lalu. SMF sendiri sejak tahun lalu telah melakukan sekuritisasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan nilai transaksi mencapai Rp1 triliun. Tahun ini, SMF kembali memproses transaksi sekuritisasi atas tagihan KPR BTN dengan nilai sebesar maksimal Rp2 triliun.

Sekuritisasi merupakan upaya untuk mengurangi resiko likuiditas dan perubahan tingkat suku bunga atas KPR akibat adanya maturity mismatch. Melalui sekuritisasi, debitur KPR akan memperoleh pembiayaan dengan pendanaan jangka panjang dari pasar modal sehingga maturity mismatch tersebut dapat diminimalisir. Raharjo juga mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam penyaluran pembiayaan kredit rumah pada tahun ini. Selama semester I 2014, minat BPD untuk memperoleh pendanaan dari SMF semakin meningkat. Terlihat dengan makin banyaknya BPD yang diajak kerjasama untuk menyalurkan pembiayaan seperti BPD Kalsel, Bank Nagari, BPD NTB, Bank DKI, dan BJB Syariah.

Dia pun mengatakan, untuk ke depannya perseroan akan terus meningkatkan kerjasama dengan sejumlah BPD. Selama semester II 2014 akan ada 2-3 BPD yang akan diajak kemitraan untuk menyalurkan pembiayaan."Kami melakukan pendekatan dengan seluruh BPD. Tahun ini ada BPD baru yang akan diajak kerja sama, salah satunya BPD Bali," ujar Raharjo.

Dengan makin banyaknya BPD, perbankan konvensional, dan syariah, diharapkan perseroan bisa menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp3 triliun hingga akhir tahun ini. Hingga semester I saja, penyaluran pinjaman telah mencapai Rp6,98 triliun atau naik sebesar 36,44% dari semester I tahun lalu yang mencapai Rp5,12 triliun.

Sedangkan secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahaan dari tahun 2006 sampai akhir semester I 2014 telah mencapai sebesar Rp13,27 triliun atau meningkat sebesar 36,82% dibanding semester I 2013 yang mencapai Rp9,7 triliun. Hingga Juni 2014, SMF juga mencatat telah menyalurkan KPR untuk 327.616 debitur. [mohar]

BERITA TERKAIT

Alokasikan Capex Rp 2,5 Triliun - Charoen Pokphand Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta – Tingkatkan kapasitas produksi pakan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berencana membangun dua pabrik baru dengan belanja modal…

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim NERACA Serang - Puluhan anak yatim di Kota Serang diajak buka…

Jelang Lebaran 2019 - Pertumbuhan Penumpang Pesawat Turun Dua Kali Lipat

NERACA Jakarta – Pertumbuhan penumpang pesawat penerbangan domestik turun hampir dua kali lipat pada Lebaran 2019, kata Direktur Jenderal Perhubungan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…