BTPN Raih Peringkat AA Dari Fitch Rating

Mengingat likuiditas begitu kuat dan kesiapan mampu membayar bunga obligasi II, menjadi pertimbangan lembaga Fitch rating baru-baru ini menaikkan peringkat PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dari AA- (idn) menjadi AA(idn). Informasi tersebut disampaikan Fitch Rating dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, peningkatan rating BTPN juga berdasarkan pandangan atas dukungan dari pemegang saham utama Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) yang meningkatkan kepemilikannya menjadi 40%. Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, memang bila diperbesar kepemilikan SMBC di BTPN ekspektasi akan lebih bagus,”Apalagi di pendanaan maka masuknya mitsui akan makin besar pendanaan BTPN,”paparnya.

Menurutnya, melihat pasar BTPN masih berada di sektor mikro. Jadi dengan adanya komitmen pemegang sahamnya cukup besar membuat sentimen yang menggembirakan,”Tapi, saat ini update dari pemegang saham di belakangnya ternyata tidak pasif dimana mereka selalu aktif dalam mengembangkannya," ujar Alfred.

Dirinya memprediksikan, saat ini price earning saham BTPN cukup tinggi. Namun, dengan sentimen yang ada hingga akhir tahun saham BTPN bisa menyentuh Rp5.100. Kemarin, saham BTPN naik Rp10 atau 0,24% di Rp4.250. Dalam pergerakan harian saham BTPN bergerak di kisaran Rp4.230-Rp4.250.

Selain itu, perseroan juga menyatakan kesiapannya dalam melakukan pembayaran kupon bunga obligasi II yang diterbitkan tahun 2013. Direktur BTPN, Anika Faisal mengatakan, perseroan telah menyiapkan dana untuk membayar kupon bunga Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2013 untuk Seri A dan Seri B. Selain itu, lanjut Anika, dana pembayaran kupon bunga obligasi untuk Seri A sebesar Rp8,718 miliar dan Seri B sebesar Rp7,218 miliar. "Perseroan akan melakukan pembayaran bunga tahap keempat untuk Seri A dan Seri B pada 4 Juli 2014," ungkapnya.

Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan II BTPN Tahun 2013 Seri A memiliki pokok utang sebesar Rp450 miliar dan memiliki kupon bunga tetap sebesar 7,75%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 4 Juli 2016. Sedangkan, untuk Seri B memiliki pokok utang sebesar Rp350 miliar dan memiliki kupon bunga tetap sebesar 8,25%. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 4 Juli 2018. Sementara, Fitch Ratings memberikan peringkat untuk kedua seri obligasi tersebut AA(idn). Dan sebagai wali amanat, perseroan menetapkan PT Bank Permata Tbk (BNLI). (bani)

BERITA TERKAIT

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

Fitch Ratings Pangkas Rating SOCI Jadi B

NERACA Jakarta – Belum selesai masalah kegagalan anak usaha PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dalam memenuhi pesanan kapal dari PT…

Bank BTPN Catatkan ESOP 45 Ribu Saham

NERACA Jakarta – Dukung pendalaman industri pasar modal dan juga menggenjot pertumbuhan investor pasar modal, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…