Saham SMR Utama Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan perdagangan saham PT SMR Utama Tbk (SMRU). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengimbau kepada investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya. Selain itu, investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sementara itu, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, terhitung sejak sesi II perdagangan Jumat akhir pekan kemarin, bursa melakukan penghentian sementara (suspensi) aktivitas perdagangan saham PT Majapahit Securities Tbk.

Suspensi ini dilakukan lantaran permintaan sendiri dari perusahaan bersangkutan dalam rangka proses perubahan bidang usaha dari perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek menjadi bidang perdagangan umum.

Sebagai informasi, pihak BEI pernah menyatakan, bila saat ini jumlah saham yang massuk dalam daftar pergerakan di luar kewajaran atau "unusual market activity" (UMA) pada perode April tahun 2014 berkurang dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kata Uriep, secara logis jumlah saham yang masuk dalam daftar UMA memang berkurang. Hal tersebut mengindikasikan adanya perbaikan terutama dari pihak emiten dan secara umum dari para pelaku pasar saham yang memperhatikan informasi emiten.

Tercatat dalam data BEI, jumlah saham masuk daftar UMA per akhir April 2014 sebanyak 24 saham emiten. Angka itu berkurang dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 37 saham emiten. Uriep Budhi Prasetyo mengemukakan bahwa salah satu indikasi dari penurunan saham yang masuk dalam daftar UMA itu yakni meningkatnya kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan informasi dari emiten yang menjustifikasi terhadap pergerakan sahamnya,”Pergerakan suatu saham idealnya terkait dengan kinerja serta keterbukaan informasi yang disampaikan emiten. Dalam kondisi itu pelaku pasar mempunyai kesempatan sama untuk masuk ke saham,”ucapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

Pacu Pertumbuhan Bisnis - META Terbuka Akuisisi Ruas Tol Dalam Kota

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis di jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membuka diri untuk mengakuisisi beberapa ruas…

ESDM : 64% Produksi Gas untuk Dalam Negeri

    NERACA   Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan 64 persen produksi gas untuk dalam negeri. Dengan alokasi ini diharapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…