Sektor Pertanian Dijanjikan Sawah Baru Jutaan Hektar

NERACA

Jakarta – Sektor pertanian dijanjikan lahan baru jutaan hektar untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihaknya akan membuka dua juta hektare lahan pertanian dalam lima tahun ke depan, bila terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden 2014. "Kami rencanakan akan menambah dua juta hektare sawah baru di Indonesia," kata Prabowo Subianto dalam debat calon presiden dan calon wakil presiden bertemakan Pangan Energi, dan Lingkungan di Jakarta, Sabtu malam (5/7).

Lebih jauh mengatakan dengan membuka lahan pertanian baru tersebut maka diharapkan mampu menggantikan lahan pertanian yang saat ini terus berkurang sebanyak 60.000 hektare per tahun. Dengan demikian diharapkan mampu mendongkrak produksi pertanian di Indonesia. Prabowo juga mengungkapkan defisit lahan pertanian akan mencapai 750 ribu hektar di 2015.

Di samping itu, dia mengedepankan program intensifikasi melalui pemakaian pupuk majemuk yang spesifik. Saat ini, kata dia, Indonesia belum menggunakan pupuk majemuk yang spesifik, namun pupuk majemuk yang umum. Pupuk majemuk yang umum saja, menurut Prabowo telah mampu meningkatkan sekitar 40% produksi pertanian. Oleh Karena itu, dengan pupuk yang spesifik akan mampu meningkatkan lebih dari 40 persen produksi.

Sementara itu, calon wakil presiden Jusuf Kalla menegaskan akan mencetak sedikitnya satu juta hektare sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan. Menurut dia, Jokowi-JK akan bergerak cepat, akan cetak sawah setidaknya satu juta hektare untuk memenuhi kebutuhan pokok.

JK menjelaskan luas sawah di Tanah Air saat ini ada 12 juta hektare yang 8 juta hektare di antaranya ditanami padi. Pada 2012 menurut dia, impor banyak sekali beras, sebesar 2,7 juta. Padahal pada 2008 sudah swasembada. Untuk menyelesaikan soal pangan, lanjutnya, dimulai dengan bagaimana meningkatkan produktifitasnya. Selain itu, perlu disiapkan bibit yang unggul, pupuka dan pengairan yang baik. Pengembangan produk pertanian bukan hanya beras, tapi juga jagung, gula, kedelai dan sebagainya.

Jusuf Kalla mengatakan guna meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani perlu diperlukan diversifikasi produksi serta pasar. Misalnya sawit perlu dibuat industri hilir sehingga ada nilai tambah bagi petani maupun negara. Jusuf Kalla menjelaskan, produksi sawit perlu dibuat bahan setengah jadi yakni "crude palm oil" (CPO) dan produk lainnya. Pemerintah juga perlu mencari peluang pasar dari produk-produk sawit, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.

Adanya diversifikasi produk-produk sawit akan dapat memberikan nilai tambah baik bagi petani maupun bagi negara. Dengan dilakukanya industri hilir, maka pendapatan petani akan lebih besar sehingga bisa lebih sejahtera.

Adapun calon wakil presiden nomor urut satu, Hatta Rajasa menjelaskan impor beras dilakukan sebagai antisipasi terhadap ancaman iklim ekstrem dan untuk cadangan yang terpakai apabila benar-benar diperlukan.

Hatta mengakui Indonesia selalu melakukan impor beras sejak tahun 2000, namun selain sebagai antisipasi dari iklim ekstrem, impor tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi di dalam negeri. Ia mengatakan Indonesia tidak hanya melakukan impor beras, namun pernah mengalami kelebihan produksi beras atau swasembada tahun 2008 serta membantu Filipina yang waktu itu sedang mengalami krisis pangan.

Pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan adanya kedaulatan dalam bidang energi maupun pangan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. "Pasangan Prabowo Hatta berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan energi," kata dia.

Dia mengatakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, pasangan Prabowo Hatta akan menyediakan pangan yang berkecukupan, terjangkau oleh seluruh masyarakat, mengupayakan diversifikasi pangan, meningkatkan kualitas dan gizi masyarakat serta mitigasi untuk mencegah kerusakan pangan. Untuk menciptakan kedaulatan energi, akan dilakukan peningkatan produksi migas, mengurangi impor, melakukan penghematan, mengupayakan diversifikasi energi, menciptakan energi baru dan memanfaatkan energi terbaharukan.

 Dia menambahkan kedaulatan energi dan pangan harus bersinergi dengan lingkungan hidup, karena tiga bidang ini selalu terkait satu sama lain dalam sektor pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pasangan Prabowo-Hatta, terkait visi lingkungan hidup, akan mengatasi dampak global climate change, melakukan konservasi agar ekosistem terpelihara, serta bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas air, udara dan tanah.

Di tempat yang sama, Capres Joko Widodo menekankan pentingnya menyiapkan pasar untuk produk-produk pertanian sebelum meminta para petani untuk memproduksi komoditas pertanian. "Yang harus dilihat lebih dahulu adalah pasarnya, kalau kita ingin ekspor pastikan pasarnya ada. Kalau sudah ada baru, kita minta petani untuk berproduksi," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan hal itu merupakan jawaban bagi upaya dan strategi dalam menghadapi tantangan liberalisasi pangan dan perdagangan. Jokowi mencontohkan jika petani diminta untuk menanam pepaya, melon, atau semangka maka harus dipastikan pasar sudah ada dan tersedia. "Petani kita pada dasarnya asal diberi bibit, pupuk, dan sarana produksi pertanian, pasti bisa mencapai target produksi," katanya.

Akan tetapi, menurut Jokowi, selama ini menjadi persoalan di Indonesia yakni tidak pernah menyiapkan pasar yang memadai bagi produk-produk pertanian. Padahal Jokowi menambahkan Indonesia memiliki banyak pakar, ahli, petani, dan lahan yang subur yang memungkinkan untuk mencapai target produksi komoditas pertanian apapun.

BERITA TERKAIT

HBA dan HMA April 2024 Telah Ditetapkan

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk…

Program Making Indonesia 4.0 Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jerman – Indonesia kembali berpartisipasi dalam Hannover Messe 2024, acara pameran industri terkemuka yang merupakan salah satu satu pameran…

Le Minerale Favorit Konsumen Selama Ramadhan 2024

Air minum kemasan bermerek Le Minerale sukses menggeser AQUA sebagai air mineral favorit konsumen selama Ramadhan 2024. Hal tersebut tercermin…

BERITA LAINNYA DI Industri

HBA dan HMA April 2024 Telah Ditetapkan

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk…

Program Making Indonesia 4.0 Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jerman – Indonesia kembali berpartisipasi dalam Hannover Messe 2024, acara pameran industri terkemuka yang merupakan salah satu satu pameran…

Le Minerale Favorit Konsumen Selama Ramadhan 2024

Air minum kemasan bermerek Le Minerale sukses menggeser AQUA sebagai air mineral favorit konsumen selama Ramadhan 2024. Hal tersebut tercermin…