TNI Siap Bertindak Tegas, Polisi Siaga Penuh

Senin, 07/07/2014

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, TNI tetap akan netral, tegas, dan profesional dalam menjalankan tugas operasi pengamanan Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang. Menurut Panglima, dalam menjalankan tugas operasi pengamanan pemilu, tema besar TNI adalah netral, tegas, dan profesional.

“Kita netral dalam konteks politik dan praktis,” tandas Moeldoko dalam diskusi “Kemerdekaan Pers dalam Kaitan dengan Pilpres” di Dewan Pers, Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut dia, dalam menjalankan tugas, TNI tidak pandang bulu, kalau salah harus ditindak sebagaimana mestinya. “Tegas, prajurit saya sudah dibekali moril yang tinggi. Panglima bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan,” ujarnya.

Profesional, menurut Moeldoko, artinya dalam mengamankan pilres harus terukur dan baik. TNI akan selalu membantu tugas-tugas kepolisian dan penyelenggara pemilu, termasuk Bawaslu, agar memperkecil adanya kecurangan.

“Kalau mata telanjang kami lihat ada yang tidak beres, maka kami lakukan langkah preventif,” tegasnya. Panglima mengungkapkan, situasi menjelang hari pencoblosan sudah semakin panas. Kedua kubu saling menyerang dan itu tumbuh subur. Karena itu, sudah menjadi tugas TNI untuk meminimalisasi hal itu. “Saling tidak percaya, menyerang, dan lain-lain yang tumbuh subur sekarang. Kalau itu tidak dihentikan, muncul suasana tidak bagus. Dalam mengantisipasi itu kami siapkan segalanya dengan Kapolri,” ujarnya.

Panglima pun mengaku telah menjabarkan perintah petunjuk presiden ke komando utama TNI untuk dilaksanakan. “Saya sudah perintahkanseluruhjajaranuntuk membantu petugas mengawasi. Kalau perlu menangkap, ya menangkap kalau ada kecurangan. Nanti serahkan ke kepolisian dan Bawaslu. Kami sebagai warga negara harus berperan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan, Polri mulai Minggu 6 Juli 2014 meningkatkan status pengamanan Pilpres menjadi siaga satu. Sutarmanpun memastikan semuanya sudah dalam kondisi siap siaga. “Kita sudah cek kembali kesiapan polda selama dua hari kampanye terakhir dan kemudian untuk persiapan hari tenang,” ujarnya.

Polri, lanjutnya, sudah melakukan langkah-langkah antisipasi melalui kerja sama dengan semua stakeholders . Termasuk penyelenggara pemilu dan jajaran TNI. Polri bahkan sudah memetakan daerah rawan konflik saat pelaksanaan pilpres mendatang. Kapolri juga berpesan kepada pendukung kedua calon untuk menyampaikan ketidakpuasan melalui jalur hukum dan tidak dengan cara-cara yang meresahkan. Dengan menyampaikan hal itu sesuai dengan jalur hukum, Polri siap melakukan penyelidikan

Sebelumnya, Capres Jokowi menyatakan dirinya meyakini Pilpres 2014 akan berjalan dengan aman dan kondusif atau tidak akan terjadi kerusuhan seperti yang disinggung Presiden SBY.

Menurut Jokowi, Pilpres 2014 nanti akan berjalan dengan aman dan kondusif jika tidak ada pihak-pihak tertentu yang ikut memanaskan euforia politik di Indonesia, baik sebelum maupun sesudah pilpres berlangsung pada 9 Juli.

"Oleh karena itu, jangan ada yangkompor-komporin. Jangan ada yangmanas-manasin. Saya tanya ke rakyat, tidak ada apa-apa," tutur Jokowi di Bandung, Jumat (4/7). Menurut dia, selama ini dirinya seringkali turun ke bawah dan bertemu dengan masyarakat dari berbagai golongan untuk melakukan interaksi sosial. Dari interaksi tersebut, Jokowi meyakini pilpres 2014 akan berjalan dengan baik.

Penilaian yang sama juga disampaikan Capres Prabowo Subianto. Dia ingin mengakhiri kampanye hari terakhir (Sabtu 5 Juli) dengan sejuk. Meskipun bersaing keras, kampanye harus disadari sama-sama dilakukan sesama saudara dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami ingin mengakhiri kampanye dengan kesejukan dengan penuh persaudaraan, persahabatan," kata Prabowo di kompleks Puri Cikeas, Jawa Barat (4/7).

Kegiatan yang dilakukan besok di Jakarta maupun daerah-daerah kata dia ibarat rangkuman dari kegiatan kampanye selama ini. Prabowo menambahkan dirinya tetap optimistis dengan kampanye yang dilakukan selama ini, namun menyadari keputusan tetap di tangan rakyat. fb

Topik Terkait

tni bertindak tegas