Selenggarakan TEI 2014, Pemerintah Ingin Perluas Ekspor

Jumat, 04/07/2014

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan akan menggelar kembali pemeran dagang terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke 29. Pameran bertaraf internasional ini akan diselenggarakan pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta International Expo (JIExpo) dan akan mengusung tema Towards Green Business. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan penyelengaraan TEI akan menjadi kesempatan buat pemerintah untuk membuka akses pasar ekspor ke kawasan nontradisional.

“Kita harapakan pengembangan akses dan peluang pasar ekspor ke kawasan nontradisional seperti Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur dan Amerika Latin semakin terbuka. TEI 2014 juga merupakan upaya nyata untuk mendukung pencapaian target ekspor Indonesia tahun ini sebesar 4,16%. Pada 2014-2015 pasar utama ekspor Indonesia diharapkan tumbuh sebesar 4-5%, sedangkan untuk pasar prospektif diharapkan tumbuh 6,5-7,5%. Kita optimis ekspor produk utama akan tumbuh 5,5%-6,5%, dan produk prospektif ekspornya ditargetkan tumbuh 9- 10%,” kata Bayu di Jakarta, Kamis (3/7).

Bayu menjelaskan tema yang diangkat yaitu Towards Green Business tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 Pacific Island Development Forum yang diselenggarakan 19 Juni 2014 lalu di Nadi, Kepulauan Fiji, yaitu bahwa ekonomi hijau sangat penting bagi ketahanan Indonesia. “Ekonomi hijau menjadi sebuah paradigma ekonomi baru yang mempromosikan kemajuan ekonomi tanpa membahayakan kekayaan dan sumber alam kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menjadikan ekonomi hijau sebagai salah satu pilar penting pembangunan berkelanjutan nasional. Untuk itu, TEI 2014 lebih mengedepankan produk-produk ramah lingkungan Indonesia. “TEI 2014 akan mempromosikan potensi maupun eksistensi keanekaragaman produk dan jasa Indonesia sebagai produk yang berkualitas dan berwawasan lingkungan sehingga pada akhirnya mampu menopang perekonomian melalui peningkatan nilai ekspor nonmigas,” imbuhnya.

TEI 2014 akan digelar di area seluas 40.000 m2 dan diikuti sekitar 2.000 peserta pameran dengan target pengunjung sebanyak 10.000 orang. Produk-produk yang dipamerkan terdiri dari komoditas ekspor utama, komoditas ekspor prospektif, dan produk ekspor lainnya. Selain produk utama dan prospektif, akan ditampilkan pula produk dari bidang jasa dan tenaga kerja terlatih, seperti jasa konstruksi, jasa profesi, dan hospitality.

Produk-produk tersebut akan menekankan pada kesinambungan perusahaan dalam menjalankan bisnis hijau, yaitu produk yang dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan sosial sehingga produk yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi standar fungsi dan estetika. Faktor penting lain yang menjadi pertimbangan adalah aspek fair trade. Aspek ini antara lain dilihat dari sisi keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan dan kemampuan pengusaha Indonesia dalam memenuhi standar internasional fair trade.

Selain itu, peningkatan citra positif produk Indonesia sebagai upaya nation branding akan direalisasikan melalui upaya peningkatan nilai tambah, baik dari segi kualitas produk, pengembangan desain dan kemasan, penggunaan merek, maupun kesadaran akan lingkungan. Nilai tambah dapat dicapai dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, kreativitas, dan inovasi para pengusaha yang diolah secara terarah dan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan upaya tindak lanjut strategi pemerintah dalam menggalakkan program hilirisasi.

“Penerapan teknologi yang ramah lingkungan dan kearifan lokal merupakan kekuatan tersendiri dan menjadi nilai tambah terhadap daya saing produk-produk ekspor Indonesia. Dengan strategi hilirisasi dan penguasaan teknologi tepat guna yang berstandar internasional, diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor perdagangan Indonesia ke depan,” ujar Bayu.

Bayu juga menyampaikan, “Penyelenggaraan TEI 2014 ini merupakan salah satu upaya nyata mempertahankan dan meningkatkan ekspor. Selain fasilitasi intensif bagi buyers dan peserta pameran, pembenahan dari dalam manajemen pameran, perekrutan peserta pameran, pelayanan buyers, dan pelayanan informasi adalah faktor-faktor kunci yang terus kita tingkatkan kualitasnya demi suksesnya acara tahunan ini."

Untuk mencapai keberhasilan tersebut, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan asosiasi lainnya, seluruh kantor perwakilan di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center guna melakukan berbagai upaya promosi di luar negeri.