Akhir Pekan, IHSG Masih Dihantui Aksi Jual

Jumat, 04/07/2014

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 19,54 poin atau 0,40% ke posisi 4.888,73. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 5,33 poin (0,64%) ke level 825,80. Derasnya aksi jual yang dilakukan investor asing memicu pergerakan indeks BEI seharian berada di zona merah.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, aksi jual yang dilakukan investor sejak pembukaan perdagangan membawa indeks BEI seharian melemah dan menjauh dari level psikologisnya 4.900,”Pelaku pasar asing kembali melakukan aksi jual sehingga indeks BEI kembali tertekan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (3/7).

Dalam data perdagangan saham di BEI tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp206,876 miliar. Dia menambahkan bahwa pelaku pasar saham juga masih cenderung khawatir terhadap fluktuasi mata uang rupiah yang cenderung belum stabil,”Mata uang rupiah yang bergejolak akan membuat psikologis investor di pasar saham khawatir,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan masih akan terkoreksi seiring minimnya sentiment positif. Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa meski indeks BEI tertekan, namun masih bertahan di atas level 4.870 poin, secara teknikal posisi itu menunjukkan potensi penguatan ke depannya,”Proses untuk melanjutkan penguatan hingga level psikologis 5.000 poin dapat tercapai," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar saham juga cenderung mulai melakukan akumulasi saham secara selektif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis dua menjelang pemilu presiden nanti. Tercatat pada perdagangan kemarin berjalan normal, transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 199.615 kali dengan volume mencapai 4,8 miliar lembar saham senilai Rp5 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 161 saham, yang melemah 126 saham, dan yang tidak bergerak 98 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 18,18 poin (0,08%) ke level 23.531,44, indeks Nikkei turun 21,68 poin (0,14%) ke level 15.348,29 dan Straits Times menguat 9,22 poin (0,33%) ke posisi 3.274,61.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 12,74 poin atau 0,3% ke 4.895,54. Sejalan dengan indeks BEI, saham di Asia juga turut melemah, indeks Nikkei turun 41,21 poin menjadi 15.328,76 indeks Hang Seng melemah 23,56 poin menjadi 23.526,06, hanya indeks Straits Times yang berhasil naik 0,49 persen ke 3.279,80.

Disebutkan, indeks LQ45 turun 3,96 poin atau 0,5% menjadi 827,18, indeks IDX30 turun 2,34 poin atau 0,5% menjadi 425,31, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,47 poin atau 0,1% menjadi 823,33, dan indeks MNC36 turun 1,36 poin atau 0,5% menjadi 252,91.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, namun hanya sektor industri dasar yang berhasil menguat 0,1%, sektor pertambangan naik 0,7%, dan sektor properti naik 0,9%. Adapun saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT AKR Corporindo Tbk (AKR) naik Rp25 menjadi Rp4.395, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp15 menjadi Rp2.300 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp30 menjadi Rp1.120.

Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) turun Rp50 menjadi Rp850, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp300 menjadi Rp27.300, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp150 menjadi Rp9.700.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka langsung terkoreksi sebesar 2,54 poin atau 0,05% ke posisi 4.905,73. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 0,66 poin (0,08%) ke level 830,47,”Bursa saham Indonesia cenderung bergerak mendatar setelah mengalami kenaikan pada perdagangan sebelumnya, pelaku pasar cenderung 'wait and see' terhadap data pekerja AS yang akan dirilis," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Dirinya mengharapkan bahwa aksi beli pelaku pasar saham asing masih terjadi sehingga dapat membantu IHSG BEI bertahan di area positif. Dari dalam negeri, lanjut dia, pelaku pasar saham kembali mengkhawatirkan pergerakan rupiah yang kembali melemah dan menanti hasil pemilu presiden,”Di tengah aksi tunggu investor terhadap sentimen pasar keuangan, laju IHSG masih akan bervariasi, diharapkan ada peluang kenaikan,”ungkapnya.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang cukup positif diharapkan masih menjadi penopang indeks BEI,”Diperkirakan indeks BEI bergerak di kisaran 4.871-4.930 poin, beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Bank Negara Indonesia (BBNI), Adaro Energy (ADRO), Indofood Sukses Makmur (INDF), Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan Astra International (ASII),”ungkapnya.

Tercata bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 3,18 poin (0,01%) ke level 23.552,80, indeks Nikkei turun 9,23 poin (0,06%) ke level 15.360,74 dan Straits Times menguat 13,31 poin (0,42%) ke posisi 3.277,36. (bani)