PGN Investasikan Dana Rp 5,95 Triliun - Kembangkan Jaringan Pipa Gas

NERACA

Jakarta – Guna mendukung transformasi energi yang di serukan pemerintah dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tahun ini mengalokasikan dana sebesar US$ 300 juta-US$ 500 juta atau sekitar Rp3,57 triliun-Rp5,95 triliun untuk menggenjot pengembangan jaringan pipa gas.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PGN, Wahid Sutopo mengatakan, perseroan sepanjang tahun ini mengembangan jaringan distribusi pipa gas di sejumlah wilayah,”Tahun ini memang ada alokasi untuk pengembangan jaringan, totalnya itu antara US$ 300 juta-US$ 500 juta. Tapi tentu pemanfaatan akan kita lihat sesuai kemajuan pengembangan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjutnya, perseroan tengah mengembangkan jaringan distribusi di Lampung dan Jawa Tengah. Diharapkan pengembangan jaringan distribusi gas ini bisa berjalan mulus dengan dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk pengembangan jaringan distribusi pipa gas PGN,”Kami berharap ada dukungan semua pihak untuk mendukung kelancaran usaha ini. Kami melihat adanya kebutuhan yang cukup mendesak dari industri dan masyarakat untuk kebutuhan gas. Dari sisi pemerintah daerah banyak support, baik di Lampung, Jawa Tengah dan juga Jawa Timur," ungkap Wahid.

Pengembangan pipa distribusi di Jawa Tengah, kata Wahid, diawali dengan pembangunan pipa yang menghubungkan Takodang dan Tambak Lorok,”Kemarin sudah dilakukan peluncuran yang di Jateng, itu kita mengawali pembangunan pipa dari Takodang sampai Tambak Lorok. Juga pengembangan klaster CNG di wilayah Semarang, jaringan distribusi di Lampung, dan juga penguatan infrastrukstur dan jaringan di wilayah Jawa bagian barat,” tutur dia.

Menurut Wahid, saat ini semua pengembangan jaringan distribusi tersebut sudah sampai tahap penyelesaian dan menunggu perizinan maupun dalam tahap persiapan. Asal tahu saja, saat ini perseroan tengah fokus menyusun rencana untuk kembali mengembangkan jaringan pipa gas di beberapa wilayah di Indonesia.

Maka untuk memenuhi pasokan gas kedepannya, perseroan juga ikut berpartisipasi di Blok Shale Gas Fasken, Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) dengan mengakuisisi sebanyak 36% saham senilai USD175 juta atau setara Rp2,08 triliun (kurs Rp11.900)."Memang kita ada kesepakatan untuk melakukan partisipasi di Blok Shale Gas Texas, yang sekarang ini menjadi perhatian di Amerika,”kata M Wahid Sutopo.

Dalam proyek terbarunya tersebut, PGN akan bermitra dengan Swift Energy Company selaku pengelola lapangan gas tersebut. Pihaknya berharap, melalui akuisisi ini akan dapat akses transfer ilmu pengetahuan untuk pengembangan shale gas di Indonesia,”Kita berharap juga mendapatkan akses knowledge dan transfer knowledge untuk shale gas. Yang sampai sekarang memang belum ada yang beroperasi di Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk rencana pengembangan shale gas di Indonesia, perusahaan masih akan melihat situasi dan kondisi terlebih dulu, serta melalui pengamatannya di Blok Shale Gas Texas tersebut."Nanti kita bisa menyimpulkan, apa kita bisa kembangkan juga di Indonesia atau masih ada pertimbangan lain," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

Butuh Dana Rp 8 Triliun - SMI Bakal Rilis Sekuritisasi Aset di 2019

NERACA Jakarta – Danai pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan instrumen pendanaan berupa sekuritisasi aset pada paruh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…