Dana Kelola Reksa Dana Capai Rp 200,14 Triliun - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta –Sampai dengan semester pertama tahun ini, total dana kelolaan reksa dana tercatat sebesar Rp200,14 triliun. Jumlah itu turun sekitar Rp480 miliar atau 0,24% dibanding posisi akhir Mei sebesar Rp200,62 triliun. Informasi tersebut disampaikan dalam laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (3/7).

Disebutkan, turunnya dana kelolaan reksa dana hingga akhir Juni 2014 berkebalikan dengan naiknya jumlah unit penyertaan. Pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksa dana naik sekitar 600 juta menjadi 124,76 miliar dibanding posisi bulan sebelumnya sebanyak 124,16 miliar.

Kata analis Riset PT Infovesta Vilia Wati, turunnya dana kelolaan industri reksa dana pada Juni dibanding bulan sebelumnya akibat terkoreksinya bursa saham dan obligasi pada periode tersebut,”Akibatnya, nilai pasar portofolio reksa dana berbasis saham dan obligasi secara rata-rata mengalami penurunan yang berimbas pada dana kelolaan reksa dana secara total,”ujarnya.

Sementara bertambahnya jumlah unit reksa dana pada bulan lalu, menurut Vilia, karena didukung transaksi pembelian (subscription) unit penyertaan, terutama pada reksa dana jenis saham dan terproteksi. Total dana kelolaan reksa dana hingga akhir bulan lalu, mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham. Dana kelolaan reksa dana berbasis saham tercatat mencapai Rp87,39 triliun atau 43,31% dari total dana kelolaan reksa dana. Sedangkan, reksa dana terproteksi mengontribusi 20,72% atau senilai Rp41,81 triliun.

Posisi ketiga adalah reksa dana pendapatan tetap senilai Rp27,92 triliun atau sekitar 13,84%. Jumlah ini menurun Rp2,09 triliun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai Rp30,01 triliun. Reksa dana campuran membukukan dana kelolaan sebesar Rp18,043 triliun atau 8,94% terhadap keseluruhan dana kelolaan. Reksa dana pasar uang mencatat dana kelolaan senilai Rp14,56 triliun atau 7,21% dan reksa dana indeks Rp606,72 miliar atau 0,30%.

Sementara reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan sebesar Rp1,75 triliun atau 0,87%, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar Rp4,10 triliun atau 2,03%. Adapun reksa dana syariah berbasis terproteksi sebesar Rp1,12 atau 0,56%, reksa dana syariah berbasis saham Rp5,48 triliun atau 2,72%.

Sedangkan, reksa dana syariah berbasis indeks sebesar Rp165,51 miliar atau 0,08%, reksa dana syariah berbasis pendapatan tetap Rp480,61 miliar atau 0,24% dan reksa dana syariah pasar uang sekitar 0,11% atau Rp227,79 miliar. Sementara dana kelolaan ETF pendapatan tetap Rp1,74 triliun atau 0,86%, ETF Saham Rp377,14 miliar atau 0,19% dan ETF Indeks senilai Rp140,65 miliar atau 0,07% dari total dana kelolaan reksa dana. (bani)

BERITA TERKAIT

200 UKM Meriahkan Bazar Ramadhan Berkah di Gedung Sate

200 UKM Meriahkan Bazar Ramadhan Berkah di Gedung Sate NERACA Bandung - Sebanyak 200 Usaha Kecil dan Menengah (UKM), instansi…

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…