Sekawan Siapkan Capex US$ 15 Juta - Targetkan Produksi 400 Ribu Ton

NERACA

Jakarta - Guna meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan pembuatan percetakan dan perdagangan produk non-woven, PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 15 juta. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/7).

Direktur Utama PT Sekawan Intipratama Tbk, Onny Soendjaja mengatakan, belanja modal sebesar US$ 15 juta akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produsi dari 350 ribu ton menjadi 400 ribu ton sampai akhir tahun ini.

Dia menuturkan, belanja modal tersebut meningkat 66% bila dibandingkan target belanja modal tahun lalu sebesar US$ 9,8 juta. Sedangkan untuk sumber pendanaan belanja modal berasal dari pinjaman yang diberikan oleh para pemegang sahamnya,”Sumber capex kami dari loan para pemegang saham," paparnya.

Menurut Onny, dengan bertambahnya kapasitas produksi hingga 350-400 ribu ton, diharapkan mampu menopang laba bersih sebesar US$ 600 ribu pada tahun ini,”Diharapkan laba bersih mencapai US$ 0,6 juta atau US$ 600 ribu sepanjang tahun ini karena capex akan kita tingkatkan lagi,”ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan saham baru atau rights issue sekira Rp4,672 triliun pada semester II tahun ini. Kata Onny, dana tersebut akan digunakan untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited yang merupakan perusahaan batu bara,”Hasil dana rigth issue sebanyak Rp4,672 triliun untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited sebuah perusahaan batu bara,”ujarnya.

Dia mambahkan, dalam melakukan rights issue jumlah sahamnya sebanyak 23,400 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar saham. Secara rasio 1:39 dengan satu saham lama akan mendapatkan tiga puluh sembilan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD).

Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD yakni pada tanggal 8 Juli 2014, pasar tunai 14 Juli 2014, pencatatan dalam DPS HMETD 11 Juli 2014, distribusi sertifikat HMETD 14 Juli 2014, awal perdagangan SBHMETD 14 Juli 2014, akhir perdagangan SBHMETD 21 Juli 2014, pelaksanaan HMETD 15-21 Juli 2014, penyerahan saham hasil HMETD 17-23 Juli 2014, pembayaran pemesan saham tambahan 23 Juli 2014, penjathan 24 Juli 2014 dan pengembalian uang pemesanan sahamam tamahan 4 Agustus 2014.

Sebelumnya, saham Sekawan Intipratama sempat dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadinya peningkatan harga di luar kewajaran. Disebutkan, suspensi dilakukan BEI terhadap saham PT Sekawan Intipratama Tbk sejak sesi pertama karena pergerakan harga yang tidak biasanya. Tercatat harga saham SIAP pada 13 Februari 2014 di posisi Rp114 per saham. Pada 20 Februari 2014 di level Rp105. Pada 6 Fabruari 2014 diangka Rp166 dan Jum’at akhir pekan kemarin di level Rp179 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

PG Rendeng Kudus Targetkan Produksi Gula 12.700 Ton

NERACA Jakarta – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, Jawa Tengah, pada musim giling 2019 menargetkan tingkat produksi gula sebanyak 12.700…

Targetkan Jangkau 100 Ribu UMKM - DIVA Siapkan Belanja Modal Rp150 Miliar

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar guna mendongkrak penjualan, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) akan menjangkau lebih banyak lagi pelaku…

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…