Peluang Bisnis Kue Kering Jelang Lebaran

Sabtu, 05/07/2014

Seperti tahun sebelumnya, memasuki bulan puasa bisnis kue kering semakin potensial. Dari tahun ke tahun bisnis ini tidak ada matinya.

NERACA

Ramadhan bulan berkah, ungkapan ini memang sangat tepat. Lihat saja, usaha apapun di bulan puasa dan jelang lebaran mampu menghasilkan keuntungan luar biasa. tak terkecuali dengan usaha kue kering. dari tahun ke tahun usaha ini semakin potensial, apalagi banyak orang yang tidak ingin repot membuatnya, solusinya adalah mereka mencari penjual kue kering.

Seperti Jaya misalnya, dia yang merupakan karyawan sebuah Bank milik Pemerintah DKI pontang panting mencari penjual kue yang andal. maklum, nantinya kue-kue tersebut akan dibagikan kepada sebagian karyawan sebagai pelengkap Tunjangan Hari Raya. Setelah mendengar referensi sana sini, nama Mpok Yanah keluar sebagai “pemenangnya”.

“Saya mencari penjual kue yang bisa bekerja cepat, kualitas oke, dan harga juga lumayan lah. nantinya kue-kue tersebut untuk diberikan kepada sebagian karyawan (boss-boss),” terang dia.

Ya, sudah menjadi tradisi Lebaran di sebagian besar masyarakat kita, dimana setiap rumah pasti menyajikan hidangan istimewa berupa kue kering untuk para tamu yang datang bersilaturahim. Karakter kue kering yang enak, gurih, manis, lezat, dan tahan lama jadi kelebihannya untuk dikonsumsi saat Hari Raya.

Bagi orang dengan jiwa usaha, menjelang Lebaran atau bahkan mungkin sebelum Lebaran, sudah melirik kue kering sebagai kudapan yang cukup potensial bila dijual. Sementara itu konsumennya sendiri dipastikan sudah terbentuk. Yana misalnya, wanita ini kerap kali memproduksi kue kering jelang lebaran ini sesuai pesanan.

Memasuki awal Ramadhan saja, pemesanan kue kering yang masuk kepadanya sekitar 300 toples. Dan menurutnya, pesanan akan bertambah lagi jelang hari raya. Agar sukses, tentu saja penjual harus memiliki semangat yang gigih, maklum menjelang puasa dan Lebaran, banyak bermunculan para pedagang kue kering musiman. Dimana mereka biasa mendapatkan keuntungan besar menjelang puasa dan Lebaran.

Membidik pasar kue kering, kata dia, tentunya tidak harus mendirkan mempunyai toko permanen sebagai tempat berjuan. Terlebih usaha seperti ini merupakan usaha musiman, maka dengan hanya menyediakan stok yang cukup di rumah sudah cukup untuk membuka usaha ini. “Kalau punya tempat sih lebih enak, tetapi tidak punya pun juga tak mengapa,” sebut Fathiyah.

Karena sukses bisnis ini terletak pada kualitas rasa yang dihasilkan, bukan tempat. Sehingga pemesan pun puas dan akanmereferensikan kue kering buatan Anda kepada kerabatnya yang lain. Kontan, promosi besar-besaran pun tak perlu Anda lakukan. “Tidak perlu ribetlah menjual kue, karena kalau pembeli puas maka mereka akan menceritakan kepada yang lainnya,” tegas dia.

Menjual kue-kue kering ini memang tidaklah sulit, karena bisa ditempatkan dimana saja, baik pusat jajanan murah, maupun berjulan dengan menggunakan mobil tenda di pusat-pusat keramaian, atau berjualan dari rumah. “Kita bisa menawarkan aneka kue kering dengan berbagai rasa dan bentuk yang cukup unik kepada pada tetangga atau orang-orang yang sering kita temui setiap hari,” ujar dia.

Konsumen potensial dari bisnis kue kering ini tentunya adalah para ibu rumah tangga yang suka dengan kue-kue kering aneka rasa dan bentuk. Sehingga tak salah jika mengatakan kalau pasar bisnis sudah terbentuk. Tinggal bagaimana si empunya usaha saja berkreasi menjual kue keringnya.

Sementara itu, harga yang diterapkannya bervariasi, dan yang menjadi pavorit adalah kue nastar, untuk kue ini dikenakan Rp60 ribu untuk nastar biasa, sementara untuk nastar keju dikanekan Rp85 ribu. “Keuntungan ya sekitar 50%-nya lah,” tutup dia.