Inovasi Layanan Strategi Perkuat Brand Express

Menjawab Tantangan Pasar

Kamis, 03/07/2014

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri memicu peningkatan daya beli masyarakat. Kondisi ini merupakan berkah bagi pelaku usaha di bidang transportasi umum, khususnya taksi. Hal ini sangat beralasan karena kehadiran transportasi umum yang aman dan nyaman sudah menjadi kebutuhan dan tren saat ini. Maka tidak heran, pasar bisnis transportasi saat ini tumbuh sumbur seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Tahukah, bila saat ini taksi sudah menjadi kendaraan umum yang banyak digunakan oleh masyarakat kalangan manapun, entah dari kalangan atas, menengah, bahkan masyarakat dengan ekonomi bawah pun sudah tidak asing lagi dengan taksi. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya pendapatan taraf hidup masyarakat. Menyadari besarnya demand terhadap taksi, membuat pemain bisnis sektor ini berlomba-lomba memberikan jasa layanan untuk memuaskan kepada penumpang.

Langkah inilah yang dilakukan operator Express taksi, PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) yang terus melalukan revitalisasi pelayanan untuk kepuasan dan keamanan penumpang. Terlebih memasuki usianya ke 25 tahun, brand taksi Express melekat kuat di masyarakat. Maka untuk lebih lekat lagi dengan penumpang, taksi Express terus berbenah diri dari sistem pelayanan, peningkatan sumber daya manusianya, khususnya pengemudi dan infrastrukturnya untuk menjadi mitra yang handal bagi penumpang taksi Express.

Hal ini penting dilakukan, karena bisnis taksi berkaitan erat dengan layanan jasa yang mengedepankan kualitas layanan dan ketepatan waktu. Belum lama ini, perseroan melakukan revitalisasi call center yang nantinya dimaksudkan untuk memudahkan bagi pelanggan dalam memesan taksi Express. Senior Manager Costumer Service Express Group, Muchamad Chalid mengatakan, revitalisasi call center dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan juga mempersiapkan perseroan dalam menghadapi persaingan bisnis taksi saat ini, “Nantinya dalam revitalisasi call center akan terus dikembangkan seiring dengan pengembangan bisnis perseroan,”ujarnya.

Namun sayangnya, dirinya belum mau menyebutkan nilai investasi yang keluarkan perseroan untuk pengembangan bisnis dan revitalisasi call center untuk kepuasan pelanggan. Hanya saja, M.Chalid menuturkan, revitalisasi call center akan menambah agen menjadi 82 agen dan termasuk didalamnya untuk menangani social media.

Perseroan menargetkan dengan revitalisasi call center ini, pesanan order taksi bisa mencapai 200 ribu call perbulan dalam tiga bulan kedepan dari saat ini 150 ribu call order perbulan, “Kita punya target yang lebih agresif lagi yaitu mencapai satu juta call tiap bulannya, “ungkapnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan, dengan revitalisasi call center ini akan online disetiap full taksi Express yang ada di luar Jakarta, seperti Medan, Padang, Surabaya dan kota besar lainnya yang ada unit taksi Express. Untuk pengembangan revitalisasi call center ini, Express Group menggandeng vendor PT VADS Indonesia yang merupakan perusahaan penyedia layanan call center terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Sementara Direktur Utama Express Group, Daniel Podiman menambahkan, dengan adanya call center menutut Taksi Express untuk memberikan standar kualitas layanan yang tinggi bagi konsumen agar dapat mencapai tujuan perusahaan sebagai perusahaan jasa transportasi terbaik dan memberi nilai tambah.

Express Card

Inovasi pelayanan yang dilakukan Express taksi tidak berhenti sampai disitu saja. Teranyar, perseroan meluncurkan Express Card untuk membidik pelanggan korporasi. Kata Direktur Keuangan PT Express Trasindo Utama Tbk, David Santoso, Express Card diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan bertransaksi di dalam taksi, “Hal ini dilakukan, lantaran banyak sekali konsumen mengeluhkan pembayaran taksi yang sedikit sulit karena konsumen tidak memiliki uang pas yang cukup untuk membayar taksi atau pengemudi tidak memiliki uang kembalian,”ungkapnya.

Disebutkan, untuk Express Card sendiri memiliki minimal deposit sebesar Rp 8 juta dengan terbagi beberapa kartu yaitu Gold, Silver dan Platinum. Kabarnya untuk investasi Express Card ini, perseroan menginvestasikan dana sekitar US$ 2 Juta.

Dia menuturkan, alasan perseroan membidik pasar korporasi karena pertimbangan pasarnya jelas dan loyalitasnya juga bagus dibandingkan dengan retail. Oleh karena itu, perseroan optimis dengan membidik pasar korporasi akan memberikan keuntungan yang menjanjikan bagi perseroan dan pengemudi atau mitra. Dimana dengan penggunaan fasilitas ini, pengemudi akan meraup omset tumbuh sekitar 20% hingga 30%.

Kata David, dengan kartu Express Card ini juga dimaksudkan untuk menghindari terjadinya mark up antara pengemudi dan penumpang yang bakal merugikan perseroan. Pasalnya, melalui kartu Express transparansi dan sisa saldo sangat jelas, “Kalau selama ini pake voucher, bisa diakali. Maka dengan Express Card tidak bisa,”tandasnya.

Untuk target sendiri, perseroan menargetkan 100 perusahaan tiap bulannya. Saat ini, perseroan sudah mengantongi kerjasama dengan Rajawali Grup, perusahaan minyak dan provider bank. Sebagai informasi, tahun 2013, perseroan membukukan laba bersih Rp 132,6 miliar atau tumbuh 67% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 79,4 miliar. Selain itu, perseron juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 687 miliar atau tumbuh 32% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu, yaitu Rp 370,19 miliar. (bani)