Muluskan Akuisisi, PTBA Cari Konsultan - Ekspansi Bisnis Ke Australia

NERACA

Jakarta – Kendatipun bisnis batubara saat sedang lesu, dipastikan tidak akan mempengaruhi rencana PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk ekspansi. Terlebih saat ini, perseroan berencana mengakuisisi perusahaan tambang Australia Ignite Resources. Maka untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan tengah mencari tiga konsultan yakni konsultan legal, konsultan teknis dan konsultan keuangan.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Milawarma mengatakan, perseroan akan mengakuisisi 25%-30% saham Ignite Resources. Nantinya perseroan membidik jumlah kepemilikan yang lebih besar, “Kita berniat menambah kepemilikan saham di Ignite karena perushaan Australia adalah perusahaan yang mampu mengubah batu bara menjadi minyak bumi dan batu bara cair,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Tidak mau sesumbar, dirinya belum mau menyebutkan lebih jauh rencana akuisisi tersebut. Apalagi soal nilai investasi untuk akuisisi tersebut. Hanya saja, kata Milawarma, pendanaan untuk akuisisi tersebut akan berasal dari kas internal perseroan serta pinjaman perbankan.

Menurutnya, perseroan mencari konsultan yang memahami hukum bisnis dan perdagangan Australia serta yang memahami teknis cara kerja Ignite dan urusan keuangannya. Dia menambahkan, perseroan membuka peluang bagi badan konsultan dalam dan luar negeri untuk memasukan lamaran.

Sebagai informasi, sebelumnya perseroan juga berencana mengembangkan bisnis di luar bisnis batu bara dengan rencana membangun pembangkit listrik (power plant) di Vietnam, dengan menyiapkan dana hingga US$ 350 juta.

Kata Milawarma, nantinya pasokan listrik dari power plant tersebut akan dijual perseroan kepada sejumlah mitra bisnis PTBA di luar negeri, termasuk di Vietnam dan negara di sekitar Asia Tenggara,”Tahun ini, kami berencan untuk ekpansi ke Vietnam dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Umum (PLTU) bermuatan 2X100 megawatt (MW),”jelasnya.

Kebutuhan daya listrik di sejumlah negara, kata dia, menyebabkan perseroan berencana membangun infrastruktur power plant di Vietnam. Bahkan, PTBA berambisi meningkatkan muatan listrik hingga 2x200 MW jika memungkinkan,”Kemungkinan bisa ditingkatkan menjadi 2x200 MW, tapi tahap awal PLTU ini akan bermuatan listrik 2x100 MW. Kami mengharapkan tahun depan power plant tersebut sudah bisa beroperasi," tambahnya.

Dia menuturkan, dana yang dibutuhkan untuk investasi di Vietnam itu diperkirakan sebesar US$ 200 juta hingga US$ 350 juta. Kebutuhan dana itu akan diambil dari dana internal perseroan. Nantinya pasokan listrik itu akan dijual kepada mitra bisnis perseroan di negara sekitar Vietnam.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjuakan batu bara sebanyak 24,7 juta ton, naik 38% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 17,8 juta ton. Angka 24,7 juta ton itu terdiri dari ekspor 55% dan penjualan domestik 45%. Target 24,7 juta ton di antaranya berasal dari produksi PTBA 19,8 juta ton dan dari pembelian batu bara anak usaha 3,98 juta ton.(bani)

BERITA TERKAIT

Astra Hadirkan Tiga Platform Digital - Perkuat Bisnis Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Jasa Armada Investasi Kapal Rp 223,85 Miliar - Pacu Pertumbuhan Bisnis Pelayaran

NERACA Jakarta – Geliatnya industri pelayaran seiring dengan boomingnya harga batubara saat ini dan tren meningkatnya kegiatan ekspor dan impor,…

PTBA Berharap Masuk Daftar Indeks MSCI - Market Cap Tumbuh Besar

NERACA Jakarta – Kembali boomingnya bisnis pertambangan batu bara, diharapkan membawa dampak pada pertumbuhan bisnis dan kinerja PT Bukit Asam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…